Breaking News:

Perajin Gamelan

Perajin Gamelan Sunda Terimbas Covid-19, Pesanan Seret dari Konsumen, Terpaksa Pulangkan Pekerja

Pengrajin Gamelan Sunda Terimbas Covid-19, Terpaksa Pulangkan Pekerja, Pesanan Seret dari Konsumen.

TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL
Suryoto, pengrajin gamelan di Babakan Muslimin RT 03/06, Keluarahan Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. 

PANDEMI Covid-19 pun imbasnya dirasakan para pengrajin gamelan Sunda. Pesanan kepada mereka tidak banyak seperti ketika masih normal.

Bahkan mereka tidak mendapatkan orderan satu pun dalam sebulan.

"Sekarang, mah, susah yang membelinya juga. Lagi berkurang. Bikin gamelan banyak juga malah mangkrak," kata pengrajin gamelan Sunda Suryoto di bengkelnya, Jumat (12/2).

Suryoto, pembuat gamelan Sunda di Babakan Muslimin RT 03/06, Keluarahan Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung.
Suryoto, pembuat gamelan Sunda di Babakan Muslimin RT 03/06, Keluarahan Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL)

Bengkel Suryoto berada di Babakan Muslimin RT 03/06, Keluarahan Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung.

Suryoto tidak menampik kalau gamelannya ada yang membelinya. Namun, katanya, hanya terjual satu set dalam dua bulan.

"Kalau penjualannya seperti itu, ya, rugi juga," katanya.

Suryoto pun memulangkan pegawainya karena tidak ada biaya untuk membayar upahnya.

"Nanti kalu pesanan sudah banyak lagi, saya panggil anak-anak dari Jawa (Jepara)," katanya.

Baca juga: Pembuat Gamelan Sunda Ini Tetap Berkarya, Bertahan Demi Keluarga, Pesanan Datang dari Dalang

Untungnya, kata Suryoto, dia bisa mengerjakan apa saja, sehingga ketika tidak ada pegawai bisa mengerjakannya sendirian.

"Kalau ada yang pesan kami pasti bikinkan. Dan kalau pemesannya ingin cepat selesai, dia mengambil dari adiknya," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved