Breaking News:

Menjajal Tanjakan Seram di Cijengkol Lembang, Belum Disebut Goweser Kalau Belum Melahap Tanjakan Ini

Bagi sebagian orang Tanjakan Cijengkol disebut seram karena kemiringannya yang ekstrem dan menantang/

Penulis: Wildan Noviansah | Editor: taufik ismail
TribunJabar.ID/Wildan Noviansah
Suasana bagian atas dari Tanjakan Cijengkol yang berada di Kampung Areng, RT 03/12, Desa Wangun Sari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (15/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wildan Noviansah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT – Terik mentari siang hari menyapa. Lalu lintas kendaraan tak terlalu ramai di Tanjakan Cijengkol yang berlokasi Kampung Areng, RT 03/12, Desa Wangun Sari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (15/2/2021).

Beakangan Tanjakan Cijengkol ramai diperbincangkan netizen.

Terlebih mereka dari kalangan pesepeda yang tengah gencar mengunggah foto lewat akun media sosialnya sebagai penanda pernah berkunjung ke tanjakan tersebut.

Baca juga: Aurel Positif Covid-19, Bagaimana Kabar Atta Halilintar? Begini Kondisi Pemilik Jargon Ashiap Itu

Baca juga: Pengakuan PSK Hamil Tua di Tasik yang Nekat Menjajakan Diri, Ternyata Banyak Peminat

Baca juga: Mengunjungi Tanjakan Cijengkol yang Viral, Miliki Kemiringan 75 Derajat, Ini Alasan Dulu Dibangun

Bukan tanpa sebab, tanjakan yang membentang 100-200 meter tersebut mempunyai kemiringan hingga 75 derajat.

Hal inilah yang membedakan tanjakan ini dengan tanjakan lainnya. 

Salah seorang pesepeda dari komunitas Pesepeda Kemenag Kabupaten Bandung, Bagus Jatmika mengatakan ia merasa tertantang untuk mencoba tanjakan seram tersebut. 

“Sensasinya luar biasa, saya baru pertama kali mencoba tanjakan yang seperti ini. Bahkan saya tidak kuat untuk menaikinya karena terlalu curam dan takut terjatuh ke bawah,” ucapnya sambil menuntun sepeda miliknya. 

Pria asal Cibiru Kota Bandung mengatakan, ini pertama kalinya dia mencoba tanjakan tersebut dan akan mencobanya kembali bersama teman-temannya.

Seorang pesepeda menuntun sepedanya saat melewati tanjakan Cijengkol yang berada di Kampung Areng RT 03 RW 12 Desa Wangun Sari Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (12/2/2021).
Seorang pesepeda menuntun sepedanya saat melewati tanjakan Cijengkol yang berada di Kampung Areng RT 03 RW 12 Desa Wangun Sari Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (12/2/2021). (Tribun Jabar/Wildan Noviansah)

“Nanti saya ajak teman-teman saya ke sini untuk mencoba sensasi yang sama. Soalnya ada yang bilang enggak akan disebut goweser kalo misal belum pernah mencoba tanjakan ini,” kata dia.

Sama seperti Bagus, hal serupa juga disampaikan Ade, seorang pesepeda asal Cihampelas yang turut mencoba menaiki Tanjakan Cijengkol.

Ia mengatakan dengan sepeda miliknya dibutuhkan waktu 2-5 menit untuk menaiki tanjakan sampai ke atas.

“Sempet kesulitan tadi pas naik, soalnya curam banget tuh. Tapi untungnya saya berhasil menaiki tanjakan sampai beres,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (15/2/2021).

Meskipun belakangan ramai diperbincangkan, Ketua RW Kampung Areng, Nanik Klinik mengatakan, ia tak menyangka Tanjakan Cijengkol tempatnya lalu-lalang menjadi viral di media sosial.

"Banyak yang kasih tahu saya tentang Tanjakan Cijengkol. Kaget sih, soalnya kemarin mah enggak viral, kita juga suka sering lewat sana. Mungkin gara-gara para pesepeda mengunggah foto mereka di sana dan memberitahu temannya," kata Nanik.

Nanik mengatakan, tanjakan tersebut dibangun sekitar satu sampai dua tahun yang lalu dengan tujuan alternatif jalan pintas yang digunakan para petani dan peternak membawa barang bawaan dan hewan ternak mereka. 

Tanjakan Cijengkol tersebut akan berubah menjadi pasar dengan berbagai penjual yang menjajakan dagangannya.

“Kalo Minggu, di sana banyak yang jualan, karena banyak juga pesepeda yang datang di hari Minggu, jadi dijadikan kesempatan untuk membuka usaha di sana,” kata Nanik.

Sejauh ini belum pernah ada kecelakaan di tanjakan tersebut.

sebagai Ketua RW, Nanik berharap ke depannya tanjakan tersebut bisa lebih ramai dikunjungi warga lokal maupun luar Kampung Areng.

“Sampai saat ini belum pernah ada kecelakaan sih, dan semoga jangan sampai adalah. Ke depannya saya berharap tanjakan ini semakin ramai dikunjungi masyarakat agar dikenal dan juga banyak orang yang datang dan membantu orang yang berjualan di sana,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved