Breaking News:

Tersesat di Hutan Gunung Putri

Cerita Lain Avanza Tersesat di Gunung Putri Majalengka, Andai tak Mundur, Bisa Tertimbun Longsor

Beberapa menit setelah mobil mundur, tiba-tiba muncul longsor di depan mobil dan langsung menutupi jalan.

TribunJabar.id/Firman Suryaman
Enjang Imron (48) bersama Adel (4), anak bungsunya, saat ditemui di rumahnya di Jalan Panunggal, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Senin (15/2/2021) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Selain mengalami kejadian horor saat tersesat di hutan Gunung Putri, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Majalengka, Jumat (12/2/2021) malam, Enjang (48) dan keluarga juga nyaris tertimbun longsor.

Itu terjadi saat mobil Avanza yang mereka tumpangi berupaya balik arah di jalan sempit berbatu.

Setelah berhasil balik arah, salah satu ban mobil pecah akibat melindas batu tajam.

"Saya menghentikan mobil. Beberapa saat kemudian dimundurkan karena berada di posisi yang tidak pas untuk ganti ban," kata Enjang, saat ditemui di rumahnya di Jalan Panunggal, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Senin (15/3/2021) sore.

Beberapa menit setelah mobil mundur, tiba-tiba muncul longsor di depan mobil dan langsung menutupi jalan.

"Saat longsor terjadi, saya segera mematikan lampu depan mobil agar tidak terlihat keluarga saya, untuk menghindari kepanikan," ujar Enjang.

Baca juga: Meski Belajar Online, Siswa di Purwakarta Tetap Harus Pakai Seragam Sekolah, Ini Alasannya

Jika saja Enjang terlambat memundurkan kendaraan, bisa dipastikan mobil tertimpa longsor dan kemungkinan besar terseret masuk jurang di sebelah kiri.

"Saya sempat berhenti sekitar dua menit setelah ban pecah. Karena posisinya tidak pas, lalu dimundurkan dan tak lama longsor terjadi di lokasi mobil berhenti," kata Enjang.

Enjang tak henti-hentinya berucap syukur karena selamat dari musibah tertimpa longsor. Sementara enam anggota keluarganya tak mengetahui musibah itu.

mobil tersesat di hutan Gunung Putri
mobil tersesat di hutan Gunung Putri (istimewa)

"Setelah itu saya ke luar bermaksud mengganti ban. Tapi saya buru-buru naik mobil lagi, setelah ada suara mirip meminta tolong dan minta ampun," ujar Enjang.

Belakangan Enjang mendapat kabar bahwa lokasi itu dulunya tempat pembuangan mayat penjahat yang terjaring operasi yang dikenal di masyarakat dengan sebutan "operasi petrus" tahun 80-an.

"Setelah datang polisi dan warga menolong kami, barulah keluarga tahu ada longsor di lokasi mobil pecah ban," kata Enjang.

Baca juga: Arya Saloka dkk Dijaga Ketat karena Fans Menggila, Kamar Hotel Pemain Ikatan Cinta Sampai Diketuk

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved