Sabtu, 18 April 2026

Tak hanya Akibat Curah Hujan Tinggi, Banjir Pantura Dipicu Penambangan Liar di Cimalaka Sumedang

banjir Pantura juga ternyata disebabkan penyebab lainnya, yakni menambangan liar yang membuat alih fungsi lahan dari lahan hijau

Tribun Jabar/ Irvan Maulana
belasan ribu unit rumah terendam banjir dan puluhan ribu jiwa mengungsi akibat banjir di Kabupaten Subang 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan selain karena curah hujan tinggi, kerusakan lingkungan akibat penambangan ilegal menjadi faktor penyebab bencana di Jawa Barat.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jabar intens melakukan sidak dan menutup penambangan-penambangan ilegal.

"Informasi yang kami terima, kenapa ada air banyak ke Subang, adalah akibat saluran air jebol, penyebabnya di samping curah hujan yang sangat tinggi, juga karena air yang datang ke Subang berasal dari Kabupaten Majalengka, Sumedang, dan Garut," tutur Uu melalui ponsel, Minggu (14/2/2021).

Namun kemudian, katanya, selain faktor-faktor tersebut, banjir juga ternyata disebabkan penyebab lainnya, yakni menambangan liar yang membuat alih fungsi lahan dari lahan hijau menjadi lahan yang tidak mampu menyerap air, di kawasan hulu.

"Setelah kami meneliti, ternyata di aliran sungai dan hulu sungai, di wilayah Sumedang, ditemukan adanya penambangan liar di wilayah Cimalaka," katanya.

Kang Uu mengatakan, Provinsi Jabar merupakan daerah rawan bencana. Semua jenis kebencanaan, mulai dari banjir, longsor, gempa bumi, sampai tsunami, berpotensi terjadi di Jabar.

"Provinsi Jabar risiko tinggi bencana, setiap tahun selalu ada bencana, baik bencana alam dan non-alam," kata Kang Uu.

Baca juga: Pesta Miras Terang-terangan di Pinggir Jalan Kota Tasik, Tiga Remaja Diamankan Tim Maung Galunggung

Dalam menangani bencana, menurut Kang Uu, Pemerintah Provinsi Jabar selalu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan banyak pihak. Salah satunya pemerintah kabupaten/kota.

"Dengan sigap, Gubernur Jabar memberikan instruksi dan tindakan yang diperlukan dalam setiap penanganan bencana," ucapnya.

Sebelumnya, Uu mendampingi Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin meninjau korban banjir di Kabupaten Subang dan Karawang, Sabtu (13/2/2021).

Wapres RI mengatakan bahwa semua pihak harus berkolaborasi untuk menangani bencana. Ia pun mengajak semua pihak turun tangan menolong warga terdampak bencana.

"Penanganan bencana membutuhkan optimisme untuk perbaikan kedepan pascabencana. Seperti pembangunan infrastruktur yang lebih baik, aman, serta membangun budaya masyarakat yang sadar dan waspada terhadap bencana," ucapnya.

"Tentunya penanganan bencana tidak bisa oleh pemerintah sendirian, organisasi selain pemerintah seperti swasta diharapkan memberikan kontribusinya. Mari sama-sama mengupayakan, pemulihan pascabencana," katanya.

Menurut Wapres RI, kolaborasi semua pihak dapat mengakselerasi rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana.

Baca juga: 3 Jam Usai Digerebek Bareng Istri Orang, Pria Tulungagung Ditemukan Tewas Telanjang Dada di Ladang

"Saya lihat di lokasi pasca banjir Subang dan Karawang, kerja sama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, sudah ada pelibatan masyarakat dan relawan seperti dalam pendirian posko gawat darurat, distribusi bantuan, dan yang lainnya," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved