Breaking News:

Buaya Agresif Serang dan Tewaskan Warga di Agam Dinilai Karena Sungai Diracun dan Sedang Musim Kawin

Seperti diberitakan sebelumnya, warga berinisial N (50) hingga tewas di Sungai Batang Masang, Agam beberapa waktu lalu.

TribunJakarta/Ega Alfreda
(ilustrasi) BPBD Kota Tangerang yang melakukan patroli air di Sungai Cisadane guna menemukan kabar 43 buaya yang lepas di sungai tersebut, Rabu (4/11/2020). 

Suniah diterkam buaya saat sedang mencari kerang sekitar pukul 15.00 WIB.

Seorang warga yang melihat segera menolong.

Melansir Tribun Banten, Kepala Dusun Taman Jaya, Rouf, mengatakan, warga bernama Sarna itu mencegah agar Suniah tidak terseret masuk ke sungai.

Sarna mengerahkan segenap tenaganya selama kurang lebih 20 menit untuk melawan buaya tersebut demi menyelamatkan Suniah.

Perayaan Imlek di Vihara Dharma Ramsi Kota Bandung, Tak Banyak yang Datang, Barongsai Ditiadakan

Kecelakaan Maut Beruntun Libatkan 130 Kendaraan, Enam Orang Tewas, Puluhan Luka-luka

"Ditolong sama keponakannya, terjadi tarik-menarik antara buaya sama si Sarnan ini. Ibunya bahkan ditarik ke dalam air. Ada 20 menitan mah itu menolongnya," kata Rouf, dilansir dari Tribun Banten, Kamis (11/2/2021).

Beruntung Suniah berhasil diselamatkan meskipun mengalami luka cukup parah.

Akibat gigitan buaya itu, Suniah mengalami luka sampai bagian paha. Buaya dengan panjang lebih dari satu meter itu sempat menyeret Suniah sejauh 20 meter.

Dia kemudian dilarikan ke Puskesmas Sumur.

"Kakinya sampai paha, lumayan parah. Tadi seusai ditolong dibawa ke rumahnya dulu dibersihkan, abis itu dibawa ke puskesmas," jelas Rouf.

Sebetulnya warga sekitar memang sudah mengetahui keberadaan buaya di sungai.

Terutama saat cuaca panas, buaya menampakkan diri. Namun buaya hampir tidak pernah menyerang warga, meskipun dulu pernah ada warga yang menjadi korban meninggal.

Kehilangan Semua Istri, Kiwil Mengaku Sudah Banyak yang Antre Ingin Menggantikannya

"Jadi Ibu Suniah ini sering nyari kerang totok untuk dijual. Ibunya sudah tahu kalau di situ ada buayanya, tapi enggak pernah nyerang. Mungkin tadi lagi apes saja," katanya.

Kapolsek Sumur, AKP Bambang Sunaryo, membenarkan warga memang sudah merasa biasa dengan kemunculan buaya.

Warga pun biasa menjalankan aktivitas di sungai, seperti mencari kerang untuk dijual ataupun dikonsumsi.

Namun dia meminta warga selalu waspada dengan keberadaan buaya.

"Setelah peristiwa ini saya mengimbau warga untuk lebih hati-hati, jangan beraktivitas terlalu dekat dengan muara yang sering muncul buaya," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "20 Menit Tarik-Menarik antara Warga dan Buaya, Selamatkan Suniah yang Diterkam dan Diseret ke Sungai", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/02/12/11111861/20-menit-tarik-menarik-antara-warga-dan-buaya-selamatkan-suniah-yang?page=all#page2.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BKSDA Ungkap Penyebab Buaya Serang Warga di Sumbar, Ada Oknum yang Meracuni Sungai"

(Kompas.com/Perdana Putra)

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved