Breaking News:

Buaya Agresif Serang dan Tewaskan Warga di Agam Dinilai Karena Sungai Diracun dan Sedang Musim Kawin

Seperti diberitakan sebelumnya, warga berinisial N (50) hingga tewas di Sungai Batang Masang, Agam beberapa waktu lalu.

TribunJakarta/Ega Alfreda
(ilustrasi) BPBD Kota Tangerang yang melakukan patroli air di Sungai Cisadane guna menemukan kabar 43 buaya yang lepas di sungai tersebut, Rabu (4/11/2020). 

BKSDA telah menyampaikan hasil identifikasi itu kepada wali negara atau kepala desa.

"BKSDA mendorong nagari atau desa membuat peraturan untuk mengendalikan aktivitas meracuni sungai dan penggunaan setrum dalam mencari ikan terutama di lokasi-lokasi yang diduga merupakan sarang buaya," jelas Ade.

Sedangkan untuk mengantisipiasi terjadinya serangan buaya, BKSDA mengimbau warga untuk waspada ketika beraktivitas di dalam dan pinggir sungai.

"Tidak beraktivitas pada malam hari karena buaya merupakan satwa yang aktif pada malam hari. Selain itu menghindari sungai dengan arus tenang serta tidak beraktivitas sendirian," kata Ade.

Menurut perilaku dan siklus hidupnya, musim kawin dan bertelur buaya terjadi hingga Juli.

Buaya yang akan kawin dan bertelur cenderung akan mencari lokasi yang aman dari gangguan individu lainnya.

"Terutama induk buaya yang sedang menunggui sarang telurnya, akan sangat agresif dan sensitif terhadap keberadaan mahkluk lain termasuk manusia," kata Ade.

Buaya merupakan jenis satwa yang dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Sebelumnya, seorang warga asal Tiku, Agam, Sumatera Barat, N (50) ditemukan tewas mengambang di aliran Sungai Batang Masang, Agam, Jumat (12/2/2021).

N yang merupakan pencari rumput itu sebelumnya dinyatakan hilang, Kamis (11/2/2021) saat menyabit rumput di areal pinggir sungai.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved