Breaking News:

Buaya Agresif Serang dan Tewaskan Warga di Agam Dinilai Karena Sungai Diracun dan Sedang Musim Kawin

Seperti diberitakan sebelumnya, warga berinisial N (50) hingga tewas di Sungai Batang Masang, Agam beberapa waktu lalu.

TribunJakarta/Ega Alfreda
(ilustrasi) BPBD Kota Tangerang yang melakukan patroli air di Sungai Cisadane guna menemukan kabar 43 buaya yang lepas di sungai tersebut, Rabu (4/11/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, AGAM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Agam tidak tinggal diam terkait insiden penyerangan buaya terhadap warga di Sumatera Barat.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga berinisial N (50) hingga tewas di Sungai Batang Masang, Agam beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, BKSDA Agam melakukan identifikasi.

Termasuk pengumpulan keterangan di lapangan selama dua hari, sejak jenazah ditemukan pada Jumat (12/2/2021) lalu.

Hasilnya, diduga ada keterkaitan antara penyerangan buaya dengan kondisi sungai yang teracuni.

"Berdasarkan keterangan beberapa warga kepada BKSDA, dua hari sebelum korban dilaporkan hilang, warga melihat ada oknum warga dari luar meracuni sungai dengan cairan tertentu," kata Kepala BKSDA Agam, Ade Putra yang dihubungi Kompas.com, Minggu (14/2/2021).

Ade mengatakan, oknum tersebut memakai racun utnuk mendapatkan ikan dan udang di sungai tersebut.

Menurutnya, dua hari sejak oknum tersebut menebar racun, buaya terlihat beberapa kali mengapung di permukaan sungai.

Warga melihat buaya itu menghempas dan membalik-balikkan badan tepat di lokasi kejadian.

Ade menambahkan, lokasi korban biasa mengambil rumput merupakan daratan tergenang di pinggir sungai. Di rawa itu terlihat beberapa bekas sarang buaya.

BKSDA Agam membuat papan peringatan agar warga menjauh dari lokasi buaya bertelur di Agam, Sumbar
BKSDA Agam membuat papan peringatan agar warga menjauh dari lokasi buaya bertelur di Agam, Sumbar ((Foto: BKSDA Agam))
Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved