1.200 Nakes di Kota Sukabumi Belum Mendapatkan Jatah Vaksin Covid-19

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi menyebutkan sebanyak 1.200 Tenaga Kesehatan (Nakes)

Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Ichsan
tribunjabar/fauzi noviandi
Jubir Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handiana.1.200 Nakes di Kota Sukabumi Belum Mendapatkan Jatah Vaksin Covid-19 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi menyebutkan sebanyak 1.200 Tenaga Kesehatan (Nakes) di wilayahnya belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana mengatakan, jumlah Nakes yang diusulkan untuk mendapatkan vaksin di tahap pertama itu sebanyak 4.200 orang.

"Tetapi berdasarkan data yang diterima dari pcare itu mencapai 3015 nakes, sehingga yang belum mendapatkan jatah untuk divaksin itu mencapai 1185 orang," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (14/2/2021).

Wahyu menjelaskan, di awal tahap pertama vaksinasi bagi Nakes, vaksin yang dikirim dari Pemprov Jabar mencapai 6 ribu vial untuk 3 ribu orang. Sehingga Nakes yang terdata di pcare ada 15 orang belum divaksin.

"Jumlah kekurangan vaksin untuk nakes, sejak awal kita sudah melakukan pengajukan kembali ke Pemprov Jabar, namun hingga kini masih menunggu jawaban untuk memenuhi kekurangan itu," katanya.

Baca juga: Terlalu Berkerumun, Pedagang di Pasar Tumpah Jatinangor Dibubarkan Satgas Covid-19

Selain itu, dirinya menjelaskan, vaksinasi yang ditargetkan untuk nakes, dapat selasai Senin (15/2/2021) hingga Selasa (16/2/2021) kemungkinan akan diundur hingga akhir Februari.

"Kita tunggu arahanan dari Pemprov Jabar, apakah kekuranganya untuk Nakes diawal vaksinasi akan disatu dengan jumlah vaksin yang akan dikirim untuk tahap kedua vaksinasi untuk masyarakat, atau akan menyusul lebih awal," ujarnya.

Wahyu menambahkan, sejauh ini dari 3015 nakes yang terdata, sebanyak 2893 nakes sudah diberkan vaksin Covid-19, dan 33 diantaranya ditunda, sedangkan 78 lainnya tidak diberikan.

Baca juga: Longsor di Kampung Ibun Nyalindung, Warga Pilih Mengungsi ke Rumah Saudara

"Sejumlah nakes yang belum mendapatkan vaksin karena ditunda maupun tidak diberika karena tidak lolos kriteria. Namun saat ini ada lagi aturan baru yang memperbolehkan penyitas, nakes hamil serta menyusui dibolehkan untuk divaksin. Oleh karena itu masih melakukan evaluasi atas atauran baru itu," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved