Breaking News:

Long Weekend Kali Ini, Lembang Kabupaten Bandung Barat Diperkirakan Tidak Macet Seperti Sebelumnya

Volume kendaraan menuju kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, cenderung hanya sedikit meningkat di momen long weekend ini.

Tribun Jabar/Wildan Noviansah
Suasana arus lalu lintas di Kawasan depan objek wisata Farm House Susu Lembang yang berlokasi di Jl. Raya Lembang No.108, Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat,  Sabtu (13/2/2021).  

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Wildan Noviansah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Volume kendaraan menuju kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, cenderung hanya sedikit meningkat di momen long weekend ini.

Hal itu terpantau tak adanya lonjakan signifikan pada Sabtu (13/2/2021).

Kanit Peraturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli Polres Cimahi, Ipda Itang, mengatakan, kawasan Lembang tidak akan mengalami kemacetan seperti momen-momen long weekend sebelumnya.

"Berdasarkan pemantauan kami dari kemarin sampai hari ini, belum terlihat kenaikan jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat. Sepertinya untuk tahun ini tidak akan ada pelonjakan dan kemacetan seperti tahun sebelumnya," kata Itang saat ditemui, Sabtu (13/2/2021).

Dia mengatakan, hal ini terjadi karena pandemi Covid-19 yang melanda dan juga diberlakukannya PPKM oleh pemerintah di wilayah setempat. 

Baca juga: Mayat Guru Perempuan Ditemukan Membusuk di Kamar Indekos di Karawang, Ini Dugaan Penyebab Kematian

Baca juga: Ibu yang Lahirkan Bayi Kembar 3 di Sukabumi Alami Pendarahan, Begini Kondisinya Sekarang

Meskipun terpantau lancar, namun masih ada kemungkinan terjadi pelonjakan volume kendaraan pada libur panjang Imlek ini. 

"Kita masih memantau ada kemungkinan terjadi pelonjakan antara sore ini dan besok," katanya.

Sebagai antisipasi, pihak kepolisian akan menempatkan personel di beberapa titik rawan macet dan kawasan wisata. 

Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Cikaso Garut Dilanjutkan, Tim Rescue SAR Tasikmalaya Dikerahkan

"Seperti persimpangan dan juga kawasan wisata jika nanti terjadi penambahan volume kendaraan dan mobilitas masyarakat." katanya. (*) 

Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved