Breaking News:

Libur Tahun Baru Imlek 2021, Kawah Putih dan Ranca Upas Sepi, Tak Ada Peningkatan Jumlah Wisatawan

Kawah Putih dan Kampung Cai Rancaupas, di hari pertama libur panjang Imlek, Jumat ( 12/2/2021), tak ada peningkatan pengunjung.

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Objek wisata Kawah Putih saat simulasi menjelang dibuka lagi, Jumat (12/6/2020). Kawah Putih dan Kampung Cai Rancaupas, di hari libur tahun baru Imlek 2021, Jumat ( 12/2/2021), tak ada peningkatan pengunjung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kawah Putih dan Kampung Cai Rancaupas, di hari libur tahun baru Imlek 2021, Jumat ( 12/2/2021), tak ada peningkatan pengunjung.

Menurut Cluster Manager Ciwidey, Trisna Mulyana, pengunjung Kawah Putih dan Ranca Upas di libur panjang kali ini tak ada perbedaan.

"Tak ada perbedaan, landai," ujar Trisna, saat dihubungi tribun jabar, Jumat (12/2/2021).

Trisna mengatakan, mungkin landai itu karena ada PPKM Mikro, walau PPKM mikro tak fokus ke tingkat regional.

Menurutnya, baik pengunjung lokal atau dari luar kota berkurang.

"Memang ada pengunjung dari luar kota, tapi dia sudah memperlihatkan hasil swab atau rapid tes antigen. Tapi di lokasi kami periksa lagi (dengan thermogun) walaupun mereka sudah memiliki hasil swab, untuk antisipasi dan sekarang lebih ketat," kata Trisna.

Tentu kata Trisn, pengunjung dari luar kota tang tak membawa hasil swab atau rapid antigen, tidak bisa masuk ke Kawah Putih atau Rancaupas.

"Untuk hari ini belum menemukan yang dari luar kota, tak bawa hasil swab atau rapid antigen. Mungkin di daerahnya sudah ketat, dan di Soreang juga diperiksa," ujarnya.

Trisna menjelaskan, kondisi hari ini, pengunjung terbilang landai di tengah libur panjang.

"Hampir sama dengan weekand setelah pandemi, atau saat PPKM pertam. Tapi jika dibandingkan pengunjung masih rendah hari ini, memang harapannya di long weekand terdapat peningkatan pengunjung ternyata sama saja," katanya.

Trisna berharap, pemerintah bisa  meramu metode winwin solution, di satu sisi memang covid ini harus  diantisipasi, cuman faktor ekonomi terutama wisata juga sesuatu yang tak bisa dibiarkan. 

"Saya harap pemerintah mempunyai metode winwin solution, di satu sisi kita sepakat covid garus kita lawan, di satu sisi memang perekonomian masyarakat juga penting," tuturnya.

Trisna mengimbau, bagi masyarakat yang mau berkunjung ke tempat wisata jelas harus menaati protokol kesehatan.

"Hingga kini mereka (pengunjung) terlihat menyadari untuk tetap menerapakn protokol kesehatan. Kalau yang dari luar kota tentu harus bawa hasil swab atau rapid antigen," ucapnya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved