Breaking News:

Rumah Orangtua Mantan Dubes RI untuk AS Disikat Mafia Tanah, Menteri ATR/BPN Mengaku Tertipu

Sebelumnya, Eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalil mengungkap ada sejumlah rumah miliknya dan keluarga jadi sasaran mafia tanah.

TRIBUN JABAR/TIAH SM
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal mendatangi kantor Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Balai kota, Bandung, Kamis petang.Eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalil mengungkap ada sejumlah rumah miliknya dan keluarga yang tengah menjadi sasaran mafia tanah. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil angkat bicara mengenai kasus peralihan sertifikat tanah yang menimpa orang tua Dino Patti Djalal

Dino Patti Djalal merupakan mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat.

Menurut Sofyan apabila kasus peralihan sertifikat tanah tersebut terjadi karena ada pemalsuan kartu tanda penduduk, maka pihaknya juga tertipu.

"Sebenarnya kalau di BPN, kami juga terkena penipuan, karena orang datang dengan KTP-nya seolah-olah itu KTP orang yang bersangkutan,, ada fotonya di situ, ada KTP-nya padahal itu adalah hasil rekayasa," kata Sofyan dalam konferensi pers virtual, Kamis, (11/2/2021).

Ia mengatakan bahwa dari segi hukum tanah atau administrasi hukum tanah semua persyaratan peralihan sertifikat tanah milik orang tua Dino kepada orang lain tersebut telah memenuhi syarat.

Di antaranya melampirkan akta jual beli tanah, dan ada pengecekan ke kantor BPN.

Namun permasalahannya menurut dia, BPN tidak mengetahui apabila akta jual beli itu palsu atau dilakukan oleh orang yang tidak berhak.

"Karena menurut berita yang kita dengar terjadi pemalsuan KTP, jadi kalau misalnya ada statement pak Dino bahwa orang tua beliau tidak pernah ke BPN, memang betul, tapi surat-surat yang disampaikan ke BPN, BPN tidak bisa mengatakan atau membuktikan bahwa itu bukan dari KTP yang sebenarnya," katanya.

Ia mengatakan bahwa KTP yang dilampirkan ke BPN merupakan KTP lama, bukan KTP elektronik. Sehingga apabila KTP tersebut direkayasa, BPN tidak bisa mendeteksinya.

Halaman
123
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved