Breaking News:

Banjir di Indramayu

Cerita Korban Banjir Indramayu di Pengungsian, Harus Berpisah dengan Anak, Kedinginan Tak Bisa Tidur

Ini kisah pengungsi banjir di Indramayu. Ia harus rela berpisah dengan anaknya.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Seorang ibu membawa anaknya mengungsi di Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Tenda-tenda pengungsian dibangun di beberapa titik sepanjang Jalur Pantura Indramayu, mulai dari Kecamatan Losarang sampai Kandanghaur.

Jalur Pantura pun ditutup sementara khususnya di jalur menuju ke Jakarta.

Seorang pengungsi, Tati (36), warga Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur mengaku begitu merasakan dampak dari bencana banjir.

Awal Mula Dusun Cimeong Jadi Kampung Mati di Kuningan, Ada Peristiwa Besar di Akhir Tahun 2017

Baru Saja Gempa di Atas 5,0 Melanda Sulawesi Lalu Sumatera, Selang Beberapa Menit, Ini Unggahan BMKG

"Enggak enak Pak, mau tidur dingin, banyak nyamuk," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Selain itu, ia juga mengaku mulai merasakan sakit di sekujur badannya.

Warga, kata Tati, ketakutan saat malam hari tiba.

Mereka khawatir ada hewan liar seperti ular masuk ke dalam tempat pengungsian.

Apalagi kalau hujan turun, warga hanya mampu berlindung tanpa bisa tertidur nyenyak.

Tati mengatakan, ia pun harus berpisah dengan kedua anaknya akibat bencana banjir tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved