Breaking News:

Bingung Bedakan Rapid Antigen, PCR, dan Rapid Antibodi? Ini Penjelasan Dokter RS Siloam

Ada beberapa istilah dalam Covid-19 ini, seperti suspek, probable, konfirmasi, kontak erat, dan discarded.

tribunjabar/nandri prilatama
Siloam Hospitals Purwakarta untuk Tangkal Covid-19. Dokter spesialis patologi Klinik Siloam Hospitals Purwakarta, Adrian Suhendra, menjelaskan perbedaan antaran swab PCR, swab antigen, dan rapid antibody dan serelogy kualitatif maupun kuantitatif yang masih banyak orang belum memahaminya. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah hampir berlangsung 11 bulan sejak pertama kali hadir pada Maret 2020.

Dinas Kesehatan Purwakarta bersama Siloam Hospital bahu-membahu memberikan pelayanan terbaik ke warga.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit pada Dinkes Purwakarta, Elitasari, menjelaskan, ada beberapa istilah dalam Covid-19 ini, seperti suspek, probable, konfirmasi, kontak erat, dan discarded.

Hindari Penularan Saat Libur Imlek, Pelaku Perjalanan Jarak Jauh Harus Miliki Surat Negatif Covid

Izin BPOM Sudah Terbit, Lansia Akan Mendapat Vaksinasi Covid-19 di Tahap Selanjutnya

Menurut Elitasari, kasus suspek ialah adanya warga yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut ditambah adanya riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir atau tinggal di area dengan transmisi lokal.

Probable, kata Elitasari, ISPA berat atau pasien meninggal ditambah belum ada hasil PCR.

"Kalau discarded itu kasus suspek ditambah hasil PCR 2 kali negatif berturut-turut selang 24 jam," ujarnya, Rabu (10/2/2021).

Dalam pelayanan pasien Covid-19, Pemda Purwakarta mendapat dukungan dari RS swasta Siloam Hospital dengan memperhatikan protokol kesehatan dalam segala kegiatannya, seperti penerapan skrining bagi pasien yang datang ke Siloam dengan tujuan pasien terkonfirmasi Covid-19 mendapat perawatan khusus dan tak bercampur dengan pasien lainnya.

Kepala Pelayanan Medis Siloam Hospitals Purwakarta, Rika Wulandari, mengatakan, skrining pasien dilakukan secara bertahap.

Namun, Rika menyebut, untuk memastikan pasien itu positif atau tidaknya perlu dilakukan swab test.

Dokter spesialis patologi Klinik Siloam Hospitals Purwakarta, Adrian Suhendra, menjelaskan perbedaan antaran swab PCR, swab antigen, dan rapid antibody dan serelogy kualitatif maupun kuantitatif yang masih banyak orang belum memahaminya.

"Swab PCR itu metode dengan mengusapkan kapas lidi ke rongga nasofaring atau orofaring untuk mendapatkan lendir yang akan digunakan sebagai sampel. Lalu, kalau rapid antibodi itu metode tes dengan menggunakan alat cartridge dengan bahan darah dari vena di ujung jari sebagai sampel," ujarnya.

Rapid antigen atau swab antigen ialah mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan melalui proses swab. Hasilnya lebih akurat. Pemeriksaannya memerlukan paling lambat 5 hari setelah munculnya gejala Covid-19. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved