Breaking News:

Angka Stunting di Garut Terburuk se-Jawa Barat, Puskesmas Guntur Garut Pun Luncurkan Mozi Masagi

Untuk mencegah stunting pada anak usia dini, Dinkes Kabupaten Garut bekerjasama dengan Dompet Dhuafa

tribunjabar/sidqi al ghifari
Angka Stunting di Garut Terburuk se-Jawa Barat, Puskesmas Guntur Garut Pun Luncurkan Program Mozi Masagi 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Untuk mencegah stunting pada anak usia dini, Puskesmas Guntur Kabupaten Garut bekerjasama dengan Dompet Dhuafa melakukan pendampingan kepada Baduta (bayi dua tahun).

Program pendampingan tersebut diberi nama Mozi Masagi (Mobile Gizi Makanan Sarat Gizi) yang diresmikan di Joglo Hotel, Garut, Rabu (10/2/2021).

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Garut, Sri Prihatin mengatakan program ini nantinya akan dikolaborasikan dengan satgas stunting tingkat kabupaten.

"Program ini nantinya kita akan modif dengan program dinkes yang sudah berjalan, mudah-mudahan program ini bisa dikembangkan di seluruh kecamatan se Kabupaten Garut karena ini program yang bagus," kata Sri saat diwawancarai Tribunjabar di lokasi.

Kasus Anak Gugat Orangtua Berakhir Damai, Koswara Peluk Deden, Pengacara : Ada Peran Dedi Mulyadi

Sri menjelaskan saat ini angkat stunting di Kabupaten Garut masih menduduki ranking terburuk di Jawa Barat, meski memiliki tingkat penurunan.

"Sampai saat ini kita terus berusaha karena kita masih divonis ranking pertama di Jawa Barat di tahun 2017, kemarin (2019) kita alhamdulillah sudah turun dari 42,3% jadi 27,3%," ucapnya.

Penanganan stunting menurut Sri, harus melibatkan banyak pihak dan tidak bisa diatasi hanya oleh Dinkes sendiri.

"Ini memang satu PR bagi kita semuanya dan tidak bisa diatasi sendiri karena memang kalau menurut konvergensi stunting yang harus kita laksanakan itu 70% ada di zona sensitif artinya ini lintas sektor nanti yang harus ikut mendukung," jelasnya.

Pendampingan program inovasi gizi tersebut diawali di Kelurahan Guntur, Kecamatan Garut Kota. 

Nantiya para orangtua yang memiliki Baduta akan didampingi selama 14 hari pertama dengan diberikan asupan nutrisi secara gratis.

Ridwan Kamil Melantik Bupati Indramayu, Wabup Cirebon, dan Wabup Tasikmalaya

Sementara itu Direktur Dakwah Dompet Dhuafa Ahmad Sonhaji mengatakan program tersebut dilakukan dengan langsung mendatangi rumah-rumah baduta untuk berikan pendampingan gizi.

"Inovasi baru ini menghantarkan langsung upaya pencegahan dan peningkatan gizi kepada anak-anak sampai ke rumah langsung," katanya.

Penulis: Sidqi Al Ghifari
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved