Breaking News:

Kasus Pelemparan Bom Molotov Kantor DPC PDIP Masuk Persidangan, Rekaman CCTV Diperlihatkan

Kasus pelemparan bom molotov ke kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur pada 7 Agustus 2020 memasuki babak baru.

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Jalannya persidangan kasus pelemparan bom molotov ke kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, di Pengadilan Negeri Cianjur, Selasa (9/2/2021).   

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kasus pelemparan bom molotov ke kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur pada 7 Agustus 2020 memasuki babak baru.

Persidangan perdana digelar di Ruang Tirta Pengadilan Negeri Cianjur, Selasa (9/2/2021), dengan terdakwa SD yang diduga melempar bom molotov.

Sebanyak lima orang saksi dari pengurus sampai staf di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur hadir memberikan keterangan.

Sidang perdana ini bernomor Perkara 11/Pid.B/2021/PN Cjr atas terdakwa SD dengan agenda pemeriksaan saksi.

Persidangan dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Patti Arimbi dan hakim Anggota Kustrini serta Dian Yuniati.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Slamet Santoso dan Hendra Prayoga.

Dalam jalannya sidang, rekaman CCTV diperlihatkan di majelis hakim.

TribunJabar.id Mendapatkan Penghargaan sebagai Media Daring Terbaik dari PT KAI Daop 2 Bandung

Bayi Lahir Mirip Selingkuhan, Ibu di Lampung Ini Kasih Minuman Dicampur Minyak Obat Rambut

Para saksi masing-masing memberikan keterangan sesuai dengan pengetahuan mereka.

Seorang saksi yang juga sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Cianjur, Dadang Sutarmo, mengatakan, kehadirannya untuk memberikan keterangan sesuai yang diminta dalam pengadilan.

"Hari ini kami diminta keterangan sebagai saksi kaitan terdakwa SD sebagai terduga pelempar bom molotov pada 7 Agustus 2020," ujar Dadang di Pengadilan Negeri Cianjur.

Halaman
12
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved