PSBB Proporsional di Bandung Diperpanjang Dua Pekan, Sekda; Kita Ajukan Pelonggaran Ke Wali Kota

Pemerintah Kota Bandung resmi mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Barat, memperpanjang PSBB Proporsional hingga dua pekan ke depan

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Purnomo
ilustrasi Jalan Asia Afrika Bandung- Pemerintah Kota Bandung resmi mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Barat, memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional hingga dua pekan ke depan.  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung resmi mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Barat, memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional hingga dua pekan ke depan. 

Sekretaris daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, dari hasil rapat terbatas (Ratas) bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), memutuskan ada beberapa pelonggaran yang diajukan ke Wali Kota dalam PSBB Proporsional lanjutan. 

"Kita menyiapkan bahan kebijakan pimpinan, belum menjadi keputusan, berangkat dari situasi dan kondisi pandemi yang terjadi di Kota Bandung," ujar Ema, di Balai Kota Bandung, Senin (8/2/2021). 

Bandung Akan Terapkan PPKM Mikro?Ada Mekanismenya, Begini Persyartannya

Beberapa pelonggaran yang diajukan ke Wali Kota Bandung itu seperti perpanjangan jam operasional untuk Mall, pusat perbelanjaan, toko modern, cafe, restoran, rumah makan dan tempat hiburan menjadi pukul 21.00 WIB. 

Bekerja dari rumah untuk instasi pemerintah dan swasta pun diajukan menjadi 50:50 serta kapasitas tempat ibadah 50 persen. 

"Karena ekonomi harus bergerak dan regulasi di Pemerintah juga memberikan ruang itu, makanya kita sepakat untuk jam operasional kita mengikuti ke Kemendagri, jadi nanti Mall, cafe, restoran termasuk tempat hiburan kita usulkan sampai pukul 21.00 WIB kemudian okupansi itupun kita dorong dari kemarin 30 persen menjadi 50 persen," katanya. 

WARGA BANDUNG Wajib Tahu, Seluruh Desa di Kabupaten Bandung Harus Gelar PPKM Mikro

Sementara untuk penutupan jalan, sambung Ema, tidak mengalami perubahan baik jam dan titiknya. 

"Penutupan jalan, kebijakannya masih dipertahankan tetap seperti kemarin, karena hasil evaluasi kita itu sementara ini yang efektif," ucapnya. 

Alasan pengajuan pelonggaran pada PSBB Proporsional kali ini, kata Ema, melihat dari situasi dan kondisi pandemi di Kota Bandung sejak pekan lalu, di mana angka kesembuhannya yang semakin tinggi dan tingkat kematian yang melandai.

PPKM Mkiro di Jabar, Rencana Berlaku Mulai 9 Februari 2021, Tidak Hanya di Bodebek dan Bandung Raya

"Kalau kasus kumulatif bergerak karena tracing, tasting terus berjalan, kemudian positif aktif fluktuatif, sehingga secara keseluruhan ini harus dijaga. Sekarang trennya dalam posisi akan menjadi baik," katanya. 

Selain itu, sambung Ema, kebijakan ini pun merupakan tindaklanjut dari intruksi keputusan mendagri nomor 3 tahun 2021, tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat berskala (PPKM) mikro, dan Keputusan Gubernur yang  memperpanjang PSBB Proporsional

"Sehingga tadi opsinya yang kita siapkan kepada Wali Kota ada dua pendekatan, in line artinya, mana yang masuk kategori kesesuaian dengan kebijakan di atas,  secara umum kita mengikuti," ucapnya. 

Liburan Bisa Picu Kenaikan Kasus, Kemenkes Ingatkan PPKM Jawa-Bali Masih Berjalan

Jika kebijakan pelonggaran ini disetujui Wali Kota, sambung Ema, pihaknya sudah mewanti-wanti kepada Satpol PP dan SKPD terkait untuk meningkatkan pengawasan. 

"Ya, ada pelonggaran terutama okupansi dan jam operasional. Tapi pengawasan dari Satgas harus maksimal, makanya kami titip kepada Satpol PP dan SKPD yang berkaitan seperti Dinas Budaya dan Pariwisata, karena cafe, restoran di bawah mereka," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved