Breaking News:

5 Maling Spesialis Motor yang Biasa Beroperasi di Utara & Selatan Sukabumi Diringkus

Satreskrim Polres Sukabumi berhasil membekuk lima orang spesialis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di wilayah utara dan selatan Sukabumi.

Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
Sepeda motor curian yang diamankan di Mapolres Sukabumi, Senin (8/2/2021) sore. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Satreskrim Polres Sukabumi berhasil membekuk lima orang spesialis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di wilayah utara dan selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila mengatakan, penangkapan dilakukan pada 6 November dan 8 Desember 2020.

"Satreskrim Polres Sukabumi penungkapan tindak pidanan pencurian kendaraan bermotor dimana kita mampu mengungkap terhadap dua kelompok yang sering beroperasi di wilayah hukum Polres Sukabumi, berawal dari laporan masyarakat di polsek Sagaranten dan polsek Cicurug," ujarnya kepada wartawan di Mapolres Sukabumi, Senin (8/2/2021) sore.

"Kita dari tim opsnal berasil melakukan penangkapan terhadap 5 orang tersangka pelaku curanmor, dimana kelompok utara berhasil mengamankan kurang lebuh 9 unit motor, dimana satu pelaku diamankan sebagai penadah," jelasnya.

Ia menjelaskan, salah satu pelaku terpaksa ditembak di bagian betis sebelah kanan karena melakukan perlawanan kepada petugas.

"Kelompok selatan kita mengamankan 3 orang dengan barang bukti kendaraan bermotor kurang lebih 9 unit, dimana satu orang pelaku dan dua orang penadah."

"Pelaku ini orang yang melakukan pencurian langsung atas nama H merupakan kelompok selatan dan ini merupakan perbuatan yang keempat, sudah residivis ke 3 dan karena saat yang bersangkutan dilakukan penangkapan melakukan perlawanan tim melakukan pelumpuhan secara terukur," terangnya.

"Sedangkan untuk kelompok utara atas nama I, ini merupakan perbuatan kedua, dia juga merupakan residivis, untuk para pelaku pencurian di kenakan pasal 363 ancaraman hukuman 7 tahun sedang untuk penadah 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara," jelasnya.

Rizka menjelaskan, modus para pelaku bermacam-macam, mereka menyesuaikan target, ada yang dilakukan di pekarangan rumah, parkiran dan berbagai tempat lain.

"Mereka merusak kunci utama dengan menggunakan kunci T. Mereka spesialis wilayah utara target kendaraan ada di pekarangan rumah itu mereka masuk ada motor langsung dicuri, mereka berkelompok, ada tiga orang masih DPO dan sedang kita cari," katanya.

"Mereka melakukan pencurian ini ada siang hari dan malam hari, artinya pada saat kendaraan itu terparkir dan memungkinkan dicuri, nah disitu mereka langsung beraksi, rata-rata setelah melihat kondisi pemilik kendaraan itu lengah, untuk yang di pekarangan di kelompok utara itu jadi mereka itu beraksinya malam hari, yang di selatan ketika sore hari pun ketika memungkinkan mereka melakukan pencurian," sambung Rizka.

Motor hasil curian tersebut dijual oleh para tersangka dengan harga relatif, mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

"Rata rata setelah melakukan pencurian mereka sudah ada penampungnya dan sebagainya nah dari situ baru diedarkan ke wilayah lain, untuk harga motor itu bervariasi 1,5 juta sampai 2 juta. Rata-rata motor yang dicuri itu jenis matik ada juga motor manual bahkan ada yang motor rakit," pungkasnya.* (M Rizal Jalaludin)

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved