Pengamen Korban Penusukan Satpol PP Dapat Hadiah Alat Musik Baru dari Dedi Mulyadi
Pengamen angklung yang sempat viral menjadi korban penusukan oleh oknum Satpol PP kini dapat alat mengamen lengkap baru.
Penulis: Irvan Maulana | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Irvan Maulana
TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Pengamen angklung yang sempat viral menjadi korban penusukan oleh oknum Satpol PP kini dapat alat mengamen lengkap baru.
Alat mengamen itu sumbangan dari anggota DPR RI Dedi Mulyadi, bersama rekannya Direktur PT Malindo, Mulyono.
Pengamen itu biasa mangkal di lampu merah Sinta, Jalan Otto Iskandar Dinatta, Subang.
• Video Viral di Media Sosial Suami Meninggal saat Mengaji di Samping Jenazah Istri
• Cucu Pendiri NU KH Hasyim Asyari Dikukuhkan Jadi Waketum Partai Gerindra
Sebelumnya diberitakan "Setoran Duit Kurang, Anggota Satpol PP Subang Tusuk dan Pukuli Dua Pengamen, Melapor Malah Dikeroyok".
Setelah beredarnya kabar tindakan kekerasan terhadap seniman jalanan tersebut, Dedi Mulyadi langsung menjenguk korban ke RS PTPN VIII, tempat seniman jalanan Udung korban penusukan dirawat, serta mendatangi Mapolsek Subang yang saat itu menangani perkara tersebut.
Seperti dikutip dari laman YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel yang diunggah pada Kamis (4/2/2021), Dedi mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk kelompok pengamen angklung yang malam sebelumnya ia jenguk.
"Ini bantuan untuk teman-teman pengamen Otista, yang Mang Udungnya kena tusuk oleh oknum Satpol PP, sekarang dapat hadiah. Tapi hadiahnya bukan karena ditusuk," ujar Dedi dalam tayangan video channel YouTube pribadinya.
Menurut Dedi, hadiah tersebut bukan karena pengamen tersebut ditusuk, tapi dia bersama rekannya sudah berjanji akan memberikan bantuan alat musik tersebut.
"Bukan hadiah karena ditusuk, tapi memang kita udah janji yah, tiga minggu yang lalu di perempatan Otista ketika kami jalan-jalan keliling janji mau kasih bantuan alat musik," ujar Dedi.
Dedi juga mengatakan, bantuan alat musik tersebut semata untuk memacu semangat mereka (para pengamen angklung) dalam berkarya dan mencari nafkah.
"Kami jenguk mereka ke rumah sakit sekalian nyerahin alat musiknya biar mereka pada senang. Hidup yang terbaik adalah memberikan kebahagiaan bagi orang lain," kata Dedi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dikasih-rp-10-ribu-oknum-satpol-pp-marah-marah-minta-ditambah-tusuk-dan-aniaya-dua-pengamen.jpg)