Breaking News:

Kata Satgas Covid-19, PPKM DKI Jakarta dan Jabar Bisa Jadi Contoh Semua Daerah di Indonesia

Semua daerah di Indonesia harus bisa memetik pelajaran dari hasil evaluasi penanganan Covid-19 di DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat.

ISTIMEWA
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, semua daerah di Indonesia harus bisa memetik pelajaran dari hasil evaluasi penanganan Covid-19 di DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Semua daerah di Indonesia harus bisa memetik pelajaran dari hasil evaluasi penanganan Covid-19 di DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat.

Kedua provinsi tersebut memperlihatkan perkembangan ke arah yang lebih baik pada kabupaten/kotanya selama tiga minggu pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjabarkan hasil fokus pengamatan terhadap perkembangan empat paramater nasional yaitu kasus aktif, kesembuhan, kematian, dan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR).

Wagub Jabar Berharap Santri dan Ulama Didahulukan untuk Vaksinasi Covid-19

Jabar Segerakan Pergub Pesantren, Ponpes Tradisional akan Dapat Bantuan

"Provinsi DKI Jakarta, tren kasus aktif memperlihatkan penurunan, di mana dua minggu sebelumnya menunjukkan tren kenaikan," katanya dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana, Kamis (4/2), yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Hasil pengamatan pada minggu terakhir Januari atau per tanggal 31 Januari 2021, angka kasus aktifnya mencapai 8,78% dari 9,85%.

Upaya yang dilakukan menekan kasus aktif ialah meningkatkan testing (pemeriksaan) dan tracing (pelacakan).

Berbeda dengan tren kesembuhan, sebaliknya naik setelah terjadinya penurunan di minggu-minggu sebelumnya. Pada minggu terakhir angkanya naik menjadi 89,46%.

DKI Jakarta juga telah mencapai testing (pemeriksaan) yang jumlahnya 12 kali lipat dari target World Health Organization (WHO) dalam seminggu. Dan 87% di antaranya ditujukan pada suspek, probable, dan kontak erat yang memberikan dampak positif pada pencegahan penularan.

Walaupun angka kesembuhan naik, dan angka kematian menurun, angka kasus aktif masih jauh lebih besar sehingga belum bisa mengendalikan kenaikan BOR ICU ataupun isolasi secara signifikan. Karena penurunan terjadi pada BOR ICU minggu terakhir pengamatan dari 84,5% menjadi 84,01%

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved