Selasa, 12 Mei 2026

Dentuman dan Gemuruh Masih Terdengar di Sukabumi, Warga Juga Rasakan Bumi Bergetar

Petugas P2BK Kecamatan Nyalindung A Ahmad mengatakan, dentuman terjadi lagi sekitar pukul 07.00 WIB, Selasa (2/2/2021) kemarin.

Tayang:
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/M Rizal J
Pergerakan tanah terus terjadi di Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Warga juga kerap mendengar dentuman misterius. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Suara dentuman di Sukabumi di lokasi pergerakan tanah di Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terus terjadi.
Petugas P2BK Kecamatan Nyalindung A Ahmad mengatakan, dentuman terjadi lagi sekitar pukul 07.00 WIB, Selasa (2/2/2021) kemarin.
Warga yang mendengar suara dentuman pun berhamburan keluar rumah, tak hanya suara dentuman yang disertai gemuruh, warga juga merasakan getaran seperti gempa bumi.
"Dentuman dan genuruh kemarin sekitar jam 7 sedang berada di posko kami juga mendengar sendiri suara gemuruh itu, lalu melihat keluar masyarakat panik keluar rumah dan kita sendiri ternyata benar masyarakat sudah panik berhamburan pada keluar mendengar suara gemeuruh dan getaran itu," ujar Ahmad kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).
"Sampai saat ini dilokasi di kecamatan Nyalindung pergerakan tanah masih terus bergerak, dan disaat ini curah hujan cukup tinggi dan ada beberapa rumah yang sudah tercatat sekitar 20 rumah, 21 KK dan 51 jiwa, untuk yang mengungsi saat ini sudah 37 rumah, 56 KK dan 158 jiwa yang terbagi di dua lokasi ada yang di rumah saudaranya dan di sekolah," terangnya.
Ahmad menuturkan, suara dentuman, gemuruh serta getaran itu berdampak bertambahnya retakan.
Sampai saat ini, BPBD masih menetapkan status siaga darurat di lokasi pergerakan tanah tersebut.
"Dampak dari itu diluar itu paling ada retakan retakan kecil dan retakan sendiri masih terus berdampak, setiap hari setiap hujan deras kemarin sore terjadi lagi suara dentuman yang berada di sekitar lokasi. Dari BPBD untuk status sendiri sampai saat ini masih siaga darurat," pungkasnya.
Penjelasan BMKG

Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada aktivitas kebumian di balik suara dentuman yang didengar warga Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (30/1/2021).

"Hasil monitoring BMKG terhadap beberapa sensor seismik di wilayah Kabupaten Sukabumi menunjukkan adanya anomali gelombang seismik saat warga melaporkan suara gemuruh yang disertai bunyi dentuman," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun, Minggu (31/1/2021).

Ia mengatakan, peristiwa itu berlangsung pada pukul 19.00.36 WIB hingga 19.00.43 WIB.

Durasi rekaman seismik berlangsung cukup singkat, hanya selama tujuh detik. 

"Anomali seismik ini tampak sebagai gelombang frekuensi rendah. Sepintas bentuk gelombang seismiknya mirip rekaman longsoran atau gerakan tanah" ucapnya.

Ada 50 Tusukan dan Sayatan di Kepala, Adang Diduga Korban Pengeroyokan, Meninggal di Rumah Sakit

Menurut laporan warga, getaran itu muncul setelah hujan deras mengguyur.

Menurutnya, dugaan kuat yang terjadi karena adanya proses gerakan tanah yang cukup kuat hingga terekam di sensor gempa milik BMKG.

"Fenomena alam gerakan tanah memang lazim menimbulkan suara gemuruh bahkan dentuman yang dapat didengar warga di sekitarnya," kata dia.

VIDEO Viral Petugas Perbaikan ATM di Garut Tak Berdaya, Dikeroyok Tukang Parkir karena Masalah Ini

Hanya saja, pihaknya belum memastikan di mana tepatnya lokasi pergerakan tanah yang suaranya sampai sempat membuat heboh warga.

"Untuk verifikasi, perlu survei lapangan di wilayah di mana terdengar suara gemuruh untuk mencari apakah ada rekahan di permukaan  akibat gerakan tanah tersebut. Jika tidak ditemukan maka besar kemungkinan proses gerakan tanah terjadi di bawah permukaan tanah," katanya.

Berlarian keluar rumah 

Warga di lokasi pergerakan tanah Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, berlarian keluar rumah, Sabtu (30/1/2021) malam.

Mereka keluar rumah karena mendengar suara dentuman misterius yang disusul dengan gemuruh.

Informasi diperoleh Tribunjabar.id, terjadi getaran dua kali sebelum muncul suara dentuman.

Getaran itu muncul setelah hujan deras mengguyur lokasi pergerakan tanah di Kampung Ciherang.

Relawan ProBumi Indonesia, Asep Has membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan, warga langsung berlarian ke pengungsian ketika mendengar suata dentuman.

"Ada sebagian warga yang dengar, ya, warga berlarian ke pengungsian," ujarnya via pesan singkat. (M Rizal Jalaludin)

 
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved