Breaking News:

Terkait Vaksinasi, Wakil Gubernur Jawa Barat: Tolong Hentikan Upaya Menakut-nakuti Masyarakat

Ribuan tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Barat mengikuti kegiatan Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB.

Tribun Jabar/Cipta Permana
Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum, bersama Plt Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kemenkes RI , dr Maxi Rein Rondonuwu (kanan) dan Direktur Utama RSHS, R. Nina Susana Dewi (kiri), serta Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana (kedua dari kiri), menjelaskan terkait kegiatan Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Rabu (3/2/2021). 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

Indonesia Tak Boleh Kirimkan Jemaah Umrah, Arab Saudi Blok 20 Negara karena Masalah Ini

Satu Kades di Ciamis Langsung Diberhentikan Setelah Jalani Pelantikan Serentak, Huni LP Kebon Waru

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ribuan tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Barat mengikuti kegiatan Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB.

Kegiatan yang merupakan tahap lanjutan dari program percepatan vaksinasi nasional diselenggarakan selama dua hari, Rabu (3/2/2021) dan Kamis (4/2/2021).

Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum, mengatakan, kegiatan Gebyar Vaksinasi Covid-19 hari ini, merupakan lanjutan dari pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi para nakes yang telah diselenggarakan beberapa hari lalu, serentak di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Uu menuturkan, berdasarkan laporan yang diterima, selain melibatkan rumah sakit pemerintah, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, pelaksanaan Gebyar Vaksinasi Covid-19 juga diikuti rumah sakit swasta. Dengan demikian diharapkan pelaksanaan percepatan vaksinasi berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditentukan.

"Sejauh ini tidak ada masalah yang berarti dan semua berjalan lancar, kecuali mereka (nakes) yang datang, ada yang belum memenuhi persyaratan.  Semisal memiliki tekanan darah tinggi, dan itu merupakan hal lumrah yang dialami bagi mereka yang pertama kali disuntik. Bahkan beberapa pejabat lain juga mengalami itu. Tapi setelah beberapa saat, sekitar 20-30 menit istirahat, tekanan darahnya normal lagi dan bisa divaksin" ujar Uu dalam sesi konferensi pers Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Gedung Sabuga Bandung, Selasa (3/2/2021).

Ini yang Dilakukan Panji Petualang Saat Gagara Tiba-tiba Menggigit, Kru Panik Berikan Pertolongan

Kakek Koswara yang Digugat Rp 3 M Digendong Menantu, Ini yang Dilakukan Deden, Anak yang Menggugat

Uu menjelaskan, vaksinasi merupakan satu di antara upaya pemerintah dalam rangka memutus rantai penularan Covid-19.

Sebelumnya, upaya antisipasipatif protokol kesehatan lainnya telah dilaksanakan hingga saat ini, di antaranya penerapan pola hidup bersih sehat dan gerakan 3M.

Dengan demikian pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk meyakini bahwa, tidak ada keputusan yang diambil pemerintah, kecuali bertujuan untuk kebermanfaatan dan kemaslahatan masyarakat.

"Untuk itu, seandainya ada isu-isu di media sosial tentang bahaya dan efek samping dampak negatif dari di vaksin ini, maka hari ini kami yakinkan dan sudah sekian kalinya kami yakinkan bahwa tidak ada dampak negatif dan bahaya yang ditimbulkan dari vaksinasi Covid-19 ini. Bahkan, mereka (nakes) dan saya, juga para pejabat daerah lain yang sudah divaksin dua kali, tidak ada masalah yang muncul hingga saat ini," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved