Breaking News:

Isu Kudeta, Politisi Demokrat Sukabumi Nilai Langkah AHY Tepat Kirim Surat ke Jokowi

Menurutnya, langkah yang dilakukan AHY yang berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah tepat.

Twitter/AHY
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY menuding ada pihak luar dan pejabat negara yang ingin mengkudeta kepemimpinannya di Demokrat. 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Isu kudeta terhadap Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang tengah memanas dalam beberapa waktu terakhir masih menjadi sorotan.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi mengatakan, dirinya sangat menyesalkan dengan sikap Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko, yang disebut-sebut berupaya mengambil alih tampuk kepemimpinan Partai Demokrat dari tangan AHY.

"Yang pertama kita menyesalkan dengan adanya sikap perilaku seorang jenderal, yang pastinya sudah paham aturan etika, tapi itulah faktanya sudah ada. Walaupun memang ini kewenangan dari DPP untuk mengomentari, tapi saya sebagai kader harus terpanggil bahwa itu adalah hal yang salah," ujarnya, Selasa (2/2/2021).

Teh atau Kopi? Mana yang Lebih Baik Diminum di Pagi Hari, Simak Jawabannya di Sini

Dirinya yakin semua kader Demokrag akan solid dibawah kepemimpinan AHY. Bahkan, Badri mengatakan, dibawah kepemimpinan AHY, program atau kebijakan yang dilakukan sangat bagus.

"Saya yakin semua kader demokrat solid dibawah kepemimpinan pak AHY itu luar biasa kebijakannya sangat bagus, lalu juga membuahkan hasil. Contohnya survey kan kita sudah ada di peringkat ke 3, 11,0 persen. Nah, ini menandakan bahwa sukses dan keberhasilan daripada pak AHY sukses dan memimpin partai Demokrat," jelasnya.

Menurutnya, langkah yang dilakukan AHY yang berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah tepat.

"Saya kira langkah yang tepat pak AHY mengirimkan surat ke pak Jokowi, karena beliau (Moeldoko) ada di lingkungan istana, KSP ya, saya kira sangat tepat dan tidak ada masalah saya kira menanyakan kepada pak Presiden apapun, saya kira ya untuk di jawab," ucapnya.

Badri berharap, hal ini tidak terjadi lagi, karena ia menganggap di masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak pernah terjadi masalah seperti ini.

Penumpang KA Wajib Puasa Sebelum Gunakan GeNose, Ternyata Ini Maksudnya

"Harapannya semua saling menghargai, saling menghormati, menjaga etika politik, pak SBY saya dulu 10 tahun tidak pernah menggangu partai politik yang lain. Tapi dibangun dengan kebersamaan, seiring seirama, perbedaan politik hal yang wajar dinamika, tapi tidak boleh dengan cara-cara yang tidak pantas," pungkasnya

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved