Breaking News:

Setelah Berbalas Pantun, Kini Kader Demokrat Beberkan Strategi Moeldoko Kuasai Partai Demokrat

Perseteruan antara kader Partai Demokrat dengan Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko terus berlanjut.

Editor: Ichsan
KSP
Moeldoko 

TRIBUNJABAR.ID - Perseteruan antara kader Partai Demokrat dengan Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko terus berlanjut.

Kubu Demokrat menuding Moeldoko bersama bekas pengurus Demokrat mau mengambil alih pucuk pimpinan Partai Demokrat dari Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY

Namun Moeldoko kemudian membantah tudingan Demokrat itu. Dan seperti berbalas pantun, para kader Demokrat di bawah kepemimpinan AHY kemudian menuding Moeldoko berbohong saat mengucapkan bantahannya itu.

Kini Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra bahkan membeberkan cara mantan Panglima TNI tersebut mengambil kendali partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Dalam pernyataannya, Herzaky mengatakan, Moeldoko menemui sejumlah pimpinan Partai Demokrat dari mulai tingkat pusat hingga daerah. 

Histeris, Ibu Pergoki Suami dan Anaknya Berhubungan Dewasa, Ternyata Sejak 2016, Teman Anak Dihamili

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers, Senin (1/2/2021).
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers, Senin (1/2/2021). (screencapture)

Pertemuan tersebut, kata Herzaky, terungkap berdasarkan kesaksian dan BAP sejumlah pimpinan tingkat pusat dan daerah setelah dipertemukan dengan Moeldoko yang ingin mengambil alih kepemimpinan partai secara inkonstitusional.

Adapun tujuan Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat disebut Herzaky untuk kepentingan pencalonan pemilihan presiden pada 2024.

“Mereka dipertemukan langsung dengan KSP Moeldoko yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional untuk kepentingan pencapresan 2024,” kata Herzaky melalui keterangan resminya pada Senin (1/2/2021).

Menurut Herzaky, tindakan Moeldoko yang hendak mengambil alih Partai Demokrat merupakan penyalahgunaan kekuasaan dengan cara mencatut nama Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Pemkot Bandung Buka Opsi Gunakan Apartemen untuk Tempat Isolasi Pasien Terkonfirmasi Positif Covid

Terkait pencatutan nama, Partai Demokrat sudah mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi untuk meminta klarifikasi. 

Halaman
123
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved