Breaking News:

Rintihan Terakhir Kimel, Preman Goceng yang Tewas dengan 50 Luka Tusuk, ''Tulungan Bos, Meni Tega''

Ini rintihan terakhir Kimel, si preman goceng yang tewas dengan 50 luka tusuk. "Tulung bos, tulungan. Meni tega," ujarnya.

Tribun Jabar/Lutfi AM
TKP tempat ditemukannya Kimel yang tewas dengan puluhan luka tusuk. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - "Tulungan bos, tulung. Meni tega." Rintihan itu keluar dari mulut Adang Suganda alias Kimel (28).

"Hoyong nangtung, hoyong eueut (Ingin berdiri, ingin minum)," rintihnya lagi.

Kimel dianiaya sekelompok orang di Kampung Babakan Nugraha, Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Demokrat Punya Bukti Moeldoko Bilang Siap Jadi Ketua Umum Demokrat Gantikan AHY, Anak Sulung SBY

Tempat Pesugihan di Kuningan Ini Tanpa Kuncen, Masih Banyak Disinggahi, Ini Pengakuan Warga

Tubuhnya penuh dengan luka tusuk saat ditemukan warga.

Ia kemudian tewas di rumah sakit setelah mendapat perawatan medis.

Kimel ditemukan tepat depan rumah Satiman (37).

Menurut Timan, sebelum menemukan Kimel terkapar di depan rumahnya, ia sedang memancing di kolam pemancingan

Jarak rumah Timan dan kolam pemancingan sekitar 50 meter.

"Saat saya lagi mancing, Kimel sempat ke pemancinga bolak-balik," kata Timan, saat ditemui di rumahnya, Senin (1/2/2021).

Halaman
123
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved