Breaking News:

Remaja Putri di Cianjur Disekap 3 Hari, Diberi Pil Warna Kuning Lalu Tak Sadar, Diduga Dirudapaksa

Mawar tak sadarkan diri saat pelaku memberinya pil berwarna kuning. Ia pun kemudian disekap selama tiga hari.

Tribun Jateng/Bram Kusuma
Ilustrasi. Seorang bocah SMP dibuat tidak sadar selama tiga hari dan diduga menjadi korban pemerkosaan. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Seorang remaja pelajar kelas 2 SMP di Cianjur sebut saja namanya Mawar (14), menghilang selama tiga hari dan ditemukan dalam kondisi linglung.

Korban juga diduga menjadi korban rudapaksa.

Warga sebuah kecamatan di Cianjur ini ditemukan di sebuah saung di Kecamatan Bojongpicung oleh pihak RW setempat.

Ada Kader Partai Demokrat Aktif dan Pecatan, Ini Daftar Orang yang Disebut Akan Lengserkan AHY

Heri Tantan Sumaryana Pungut Rp 32 Miliar dari CPNS Sumber Honorer, Ojang Sohandi Terseret Lagi

Orangtua korban, RH (38), mengatakan anaknya tersebut pergi dari rumah Senin (25/1/2021) dan ditemukan Rabu (28/1/2021).

"Ditemukan oleh RW di Kecamatan Bojongpicung, dalam kondisi linglung, kebetulan RW tersebut kenal dengan RW saya mereka lantas berkabar dan anak saya langsung dijemput," ujar RH saat ditemui di kawasan Kecamatan Haurwangi, Senin (1/2/2021).

RH mengatakan, anaknya dijemput pakai motor ke rumah oleh satu orang.

RH mengutip pernyataan anaknya jika ia diberi obat warna kuning dan sempat menolak diberi sebotol air.

"Setelah itu katanya dia langsung tak ingat," ujar RH.

Kepala desa setempat Cepi Agustina, mengatakan sebelum diketahui menjadi korban pemerkosaan, pihak keluarga korban sempat mencari korban yang hilang selama tiga hari.

"Berdasarkan penuturan korban, ia sempat disekap selama tiga hari di sebuah gubuk yang ada di Kecamatan Bojongpicung, oleh orang yang sempat berkomunikasi di media sosial," kata Cepi, Senin (1/2/2020).

Cepi mengatakan sebelum melakukan aksinya, diduga pelaku memberikan obat kepada korban sehingga korban mabuk dan tidak sadar.

"Kemarin pas korban ditemukan, bila diajak ngobrol tidak nyambung, korban seperti mabuk, namun sekarang korban sudah bisa diajak bicara," ujar Cepi.

Cepi mengatakan, saat ini korban didampingi aparat desa telah membuat laporan ke Mapolres Cianjur.

"Semoga saja pihak berwajib bisa secepatnya menangkap para pelaku," kata Cepi.

Menurutnya, dalam keseharianya korban bisa dikatakan sebagai gadis yang baik.

Korban sempat menjadi pengajar mengaji kepada anak-anak yang di bawah umurnya.

Daftar Orang yang Disebut AHY Ingin Mengulingkannya dari Ketua Umum Demokrat, Kirim Surat ke Jokowi

Syam Permana, Lagunya Dinyanyikan Ine Sinthya hingga Inul Daratista, Hidup Nestapa Jadi Pemulung

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved