Breaking News:

Kisah Syam Permana Pencipta Lagu Dangdut, Lagunya Dinyanyikan Imam S Arifin sampai Inul Daratista

Kisah sedih dialami Syam Permana sang pencipta puluhan lagu dangdut yang dinyanyikan sejumlah artis terkenal Indonesia.

tribunjabar/fauzi noviandi
Syam Permana, Lagunya Dinyanyikan Ine Sinthya hingga Inul Daratista, Hidup Nestapa Jadi Pemulung 

Laporan Kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Kisah sedih dialami Syam Permana sang pencipta puluhan lagu dangdut yang dinyanyikan sejumlah artis terkenal Indonesia.

Karya-karyanya sudah mulai di upload oleh beberapa channel Youtube yang dikomersilkan dengan ribuan bahkan jutaan penonton.

Sayang, Syam Permana tidak mendapatkan uang sepeser pun dari hasil karyanya tersebut.

Meski demikian, dia mengaku mendapatakan uang dari Karya Cipta Indonesi (KCI) sebesar Rp 200 ribu hingga Rp 800 ribu per dua bulan dalam satu tahun.

Syam Permana pria kelahiran Jakarta itu mengisahkan awal pertama kali dirinya menciptakan lagu ketika saat dirinya masih tinggal di Ibu Kota sekitar tahun 1980-an.

Ketika itu dirinya masih berusia sekitar 22 tahun. Senin (1/2/2021).

"Saat itu masih tinggal di Jakarta, sambil mencari pekerjaan, dan mengisi waktu luang, karena suka mendengarkan lagu dangdut saya coba membuat lirik dan lagunya," ucap Syam Peramana saat ditemui di kediamannya di Kampung Babakan Jawa, RT42/18 Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi

Dari beberapa hasil karyanya itu, sekiatr tahun 1980-an, Syam Permana mulai mengirimkan lagu ke beberapa Pemimpin Produksi (Pimpro) di Jakarta, meski masih bahan mentahan dan rekaman dari kaset.

Namun sayangnya dari sejumlah lagu yang ia kirimkan kebeberapa perusahaan musik hanya ada satu lagu yang diminati. Satu karyanya diminati oleh Lulu Ervan.

"Pertama kali lagu cipataan saya dibeli Lulu Ervan seorang penyanyi dangdut waktu itu tapi judulnya saya lupa lagi. Saat itu lagu itu dihargai Rp 25 ribu," kata Syam yang murah senyum itu.

Hasil karyanya tersebut harganya mulai naik di angka Rp 50 ribu per lagu, ketika dibeli seorang personil dari kelompok musik Orkes Melayu Tralala pada tahun 1985-an.

Saat tinggal di Jakarta, Syam Permana sering berpindah-pindah rumah, karena biaya hasil penjualannya hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari dan bayar biaya kontrakan rumah.

Sekitar tahun 1984 hingga 1985 ia bersama keluarganya berpindah-pindah dari Cengkareng, Ancol, hingga Pondok Gede.

"Waktu di Jakarta saya bersama keluarga dan masih memiliki dua orang anak, tinggal di Ibu Kota masih pindah-pindah karena ngontrak, dan terus fokus untuk membuat lagu," ujar Syam yang kini memiliki 6 orang anak.

Memasuki awal tahun 1990-an, hasil karya pemikirannya tersebut mulai dilirik beberapa artis ternama seperti, Imam S. Arifin, Ida Laela, Muchsin, Mega Mustika, Indah Sundary, Ana Sajaya dan Mely Agustina serta beberapa artis ternama lainya.

"Kalau lagu yang dinyanyikan Imam S. Arifin yaitu Benalu Cinta, Bagaimana Bisa, Indah Sundari Kau Milik Siapa, dan Muchsin Biarlah berlalu, yang dihargai sebesar Rp 200 ribu per lagu," ucap Syam pria yang terkenal ramah oleh tengganya.

Setelah krisis moneter melanda Indonesia, Syam dan keluarganya memutuskan untuk pindah ke Sukabumi.

Meskipun sudah berada di Sukabumi, Syam masih menulis beberapa lagu.

Bahkan dari beberapa ciptaannya itu di awal tahun 2000-an, karyanya tersebut diminati oleh Inul Daratisna dengan judul lagu Terima Kasih.

"Terkahir lagu ciptaan saya itu diminati Inul Daratisna, dan itu hasil kerja sama dengan Yongky RM. Saat itu lagu tersebut dihargain sebesar Rp 500 ribu, dan hasil penjualnya pun dibagi dua sama Yongky RM," katanya sambil tertawa karena teringat perjungannya waktu itu.

Kini di usianya yang sudah sepuh, dia berharap adanya pengakuan atas sejumlah karyanya itu.

Meski sempat vakum kini Syam Permana mulai kembali menulis lirik lagu.

Penulis: Fauzi Noviandi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved