Breaking News:

Hoaks atau Fakta

Vaksin Tak Membuat Daya Tular Virus Corona Melemah

Sekalipun vaksin Covid-19 membuat seseorang memiliki antibodi untuk melawan paparan virus corona, vaksin tidak membuat virus corona kehilangan

Penulis: Arief Permadi | Editor: Arief Permadi
tribun jabar
Vega Darwanti Senang Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Lebih Optimistis 


TRIBUNJABAR.ID - Benarkah vaksin Covid-19 tak membuat daya tular virus corona melemah? Apakah alih-alih melemah, vaksin justru membuat daya tular virus menguat?

Potensi penularan virus corona oleh masyarakat yang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, diungkapkan Dr. dr. Yulia Sofiatin, Sp.PD, dalam diskusi virtual bertajuk Vaksin Covid-19, Antara Hoaks dan Fakta, yang dipandu dr. Andhika Raspati, SpKO, Sabtu (30/1).

Menurutnya, sekalipun vaksin Covid-19 membuat seseorang memiliki antibodi untuk melawan paparan virus corona, vaksin memang tidak membuat virus corona kehilangan daya tularnya.

"Daya tular virusnya sama," ujar dr Yulia, menjawab pertanyaan salah seorang peserta diskusi tentang seberapa besar pengaruh vaksin terhadap daya tular virus yang memamar mereka yang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Itu sebabnya, kata dr Yulia, orang yang sudah menerima vaksin Covid-19 dan terpapar virus corona, juga masih bisa menjadi pembawa virus (carrier) dan berpotensi menularkan virusnya pada orang lain.

Namun, karena mereka yang sudah mendapatkan vaksin telah memiliki antibodi, maka virus yang mereka keluarkan saat batuk, relatif lebih sedikit dari mereka yang terpapar tapi belum memiliki antibodi.

"Karena virus yang dikeluarkannya sedikit, maka daya tular virusnya tak akan sekuat jika virus yang diikeluarkannya banyak. Jadi dampaknya tidak langsung," ujar dosen di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Divisi Epidemiologi dan Biostatistika Universitas Padjadjaran, yang jugaterlibat dalam uji klinis vaksin Covid 19 di Bandung ini.

Antibodi, menurut Yulia, adalah semacam perangkat yang dimiliki tubuh untuk dapat mengenali virus sehingga bisa segera mengatasinya. Antibodi tubuh terbentuk karena dua hal. Pertama, karena sudah pernah terpapar.
"Ibaratnya, tubuh sudah berkenalan dengan virus tersebut," kata Yulia. "Kedua, karena vaksin," lanjutnya.

Selain membahas soal vaksin, acara diskusi virtual, yang diikuti ratusan peserta dari berbagai negara, Sabtu lalu, juga diharapkan menjadi awal dari gerakan melawan hoaks, terutama yang berkaitan dengan vaksin Covid-19 dan dunia kesehatan.

"Ini kita harap juga menjadi deklarasi kita untuk melawan dan memerangi hoaks," ujar dr. Andhika Raspati.

Selain masyarakat umum, diskusi Sabtu lalu juga diikuti sejumlah tenaga kesehatan. Hadir juga sebagai narasumber, dr Ridwan "Jack" Gustiana, praktisi imunisasi dan kesehatan masyarakat UNICEF. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved