Marak Penipuan Online, Catut Nama Pejabat, Dari Bupati, Anggota Dewan Hingga Kepala Satpol PP
Penipuan online dilakukan oknum yang mencatut nama sejumlah pejabat di Kuningan mulai dari Bupati, anggota dewan, hingga Kepala Satpol PP
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Kemajuan teknologi informasi melalui internet sering menjadi modus operandi penjahat dalam melakukan tindakan kurang baik alias penipuan. Hal itu otomatis harus menjadi kewaspadaan para pengguna sosial media di berbagai jejaring.
Demikian dikatakan Kabid Informasi dan Publikasi Dinas Komunikasi dan Informasi Kuningan, yakni Anwar Nasihin saat ditemui di ruang kerjanya, Jum'at, (291/2021).
Menurutnya bahwa kejadian ini persis menimpa terhadap sebanyak pejabat di Kuningan.
• ITB Buka Penerimaan Mahasiswa Baru, Ada 3 Jalur Seleksi, dan 16 Program Peminatan, Cek Info Berikut
"Ada lima pejabat yang pernah di catut namanya dan dibuatkan akun melalui berbagai jejaring sosial media," ungkap Anwar.
Kelima pejabat yang menjadi korban pencatutan nama sehingga terdapat akun duplikat itu, terdiri dari Bupati Kuningan H Acep Purnama, Istri bupati yakni Hj Ika Rahmatika Acep Purnama, Wakil Bupati Kuningan HM Ridho Suganda, Kasat Pol PP Kuningan dan Anggota DPRD Kuningan.
"Iya, selain Pak Acep beserta Istrinya dan Pak Wabup.
• Fasilitas di RTH Pantai Citepus Sukabumi Rusak Tergerus Gelombang Tinggi
Pencatutan nama juga terjadi pada Pak Agus Basuki sekarang Kasat Pol PP dan Pak Dede Sembada seorang anggota dewan," katanya.
Upaya antisipasi kepada pertemanan dengan akun duplikat tersebut, ini banyak dilakukan sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan.
Sebab, tidak sedikit upaya penipuan dilakukan akun duplikat itu terjadi di kalangan masyarakat.
• Gus Dur DO dari Al Azhar? Gus Mus Cerita Gus Dur Tinggalkan Kampus Karena Mata Kuliah Ngabisin Umur
"Untuk caranya, minimal melakukan konfirmasi dan bisa langsung datang ke Kantor Diskominfo untuk bertanya hal tersebut," katanya.
Kasus pencatutan akun duplikat pejabat, kata Anwar, ini terjadi belum lama dan sempat merugikan pengguna sosial media lainnya.
"Kejadian ini berlangsung tahun kemarin dan dari tindakan kurang baik oleh pemilik akun duplikat itu menimbulkan kerugian pengguna sosial media yang menerima pertemanan sebelumnya.
Intinya, lakukan konfirmasi dan bisa menanyakan langsung akun duplikat tersebut," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-laptop-untuk-bekerja-dari-rumah-atau-belajar-online.jpg)