Pernah Berstatus Pegawai Tidak Tetap, Maxi Kini Menjadi Kepala Dinas Kesehatan Subang
Juru Bicara Satgas Penaganan Covid-19 Kabupaten Subang, Maxi, menduduki jabatan baru.
Penulis: Irvan Maulana | Editor: Giri
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Irvan Maulana
TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Juru Bicara Satgas Penaganan Covid-19 Kabupaten Subang, Maxi, menduduki jabatan baru.
Dia resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.
Acara pelantikan digelar di beberapa tempat berbeda secara virtual, satu di antaranya Aula Kantor Bupati Subang, Jumat (29/1/2021).
Melansir data Badan Kepegawaian dan Sumberdaya Manusia Kabupaten Subang, sebanyak 268 pejabat eselon I, II, III dan IV, dilantik.
Lima orang di antaranya merupakan pejabat tinggi hasil seleksi open bidding oleh Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Subang.
Maxi yang dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang setelah bersaing ketat dengan Meity Damayanti yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Kesehatan dan Jan Rudi Iskandar yang sebelumnya sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan.
Maxi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) di Dinkes Subang.
Ketiganya merupakan sosok yang diperhitungkan dalam dunia kesehatan, terutama setelah adanya wabah pandemi Covid-19.
• ALHAMDULILLAH, Captain Afwan Pilot Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Ini Daftar Lengkapnya
• Ridwan Kamil Akan Rumuskan Sanksi untuk Perusahaan yang Tak Laporkan Kasus Covid-19
Lembaga urusan kesehatan tersebut memang lebih dominan muncul di mata masyarakat.
Maxi yang dalam perannya sebagai juru bicara tentu lebih dikenal dan familier di telinga masyarakat Subang akibat pemberitaan-pemberitaan.
Maxi mengatakan, ia mengawali karier di Subang di tahun 1998 sebagai pegawai tidak tetap (PTT) Kementerian Kesehatan yang ditempatkan sebagai dokter kontrak di satu puskesmas di Subang.
Ibarat peribahasa, hasil tak mengkhianati usaha, setelah tiga tahun mengabdi sebagai dokter kontrak, Maxi kemudian ikut tes CPNS dan kemudian dilantik jadi PNS di tahun 2002.
Dia menduduki jabatan kepala puskesmas di Tambakdahan Subang.
Dia memacu kinerja para pegawai puskesmas semasa menjabat sebagai kepala puskesmas hingga mendulang berbagai prestasi.
Maxi sempat meraih prestasi sebagai dokter teladan kedua se-Jawa Barat.
• Mempelai Pria Menangis di Hari Pernikahan karena Tamu Tak Ada yang Datang, Ini Faktanya
Tak berhenti sampai di situ, dia juga sempat berprestasi dalam program pengelolaan dan penanganan penyakit kusta hingga menjadi tempat studi banding mancanegara.
Setelah 15 tahun berkarier di puskesmas, Maxi kemudian diangkat sebagai Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan pada 2013.
Setelah perjalanan panjang, dia kini menjadi orang nomor satu di Dinkes Subang.
Kendati demikian, ia mengatakan, menjadi kepala dinas bukanlah suatu tujuan.
"Kepala dinas ini hanya sebagai sarana, dengan semakin tinggi jabatan, kewenangannya akan lebih luas dan ini bagi saya adalah sarana untuk mengabdikan diri," ucap Maxi.
Dia mengatakan dalam 100 hari program pertamanya akan fokus kepada pembenahan data Badan Penyelengara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan).
• 1.422 Vial Vaksin Covid-19 Sudah Didistribusikan, Vaksinasi di Ciamis Dilakukan Mulai Senin
• Gedung Laboratorium IPA SMPN 1 Jampangtengah Sukabumi Ambruk, Kondisinya Sudah Lapuk
"Kita akan buatkan satu pintu untuk pelayanan sehingga nanti masyarakat tidak dibebankan dengan alur administrasi pelayanan kesehatan," kata Maxi.
Lebih lanjut, dia menjelaskan dalam program utamanya tentu penanganan Covid-19 menjadi prioritas karena pandemi Covid-19 belum berakhir.
"Selanjutnya yang penting adalah konsolidasi kita akan mulai itu dengan mensinergikan Dinas Kesehatan bersama organisasi profesi, seperti ikatan dokter, ikatan bidan, para perawat serta tokoh masyarakat dan media merupakan mitra yang penting dalam program Dinas Kesehatan," ucapnya.
Setelah dilantik ia juga berharap agar ke depan tugasnya sebagai kepala dinas berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.
"Tentu setiap jabatan memiliki sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan. Saya mohon doa kepada semua masyarakat agar selama bertugas bisa berjakan sesuai dengan harapan, apa yang saya kerjakan ke depan harus berdasarkan kepentingan masyarakat." tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/juru-bicara-satgas-penaganan-covid-19-kabupaten-subang-maxi_.jpg)