Mau keliling Masjid yang ada di Indonesia?
Indonesia dikenal dunia dengan negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia, hal ini tak ayal membuat Tanah Air kita memiliki jejak sejarah yang masi
TRIBUNJABAR.ID - Indonesia dikenal dunia dengan negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia, hal ini tak ayal membuat Tanah Air kita memiliki jejak sejarah yang masih terjaga hingga saat ini, yaitu peninggalan bangunan yang dijadikan tempat ibadah atau masjid. Masjid yang memiliki nilai sejarah tersebut sangat cocok jika dijadikan tujuan wisata religi karena memiliki cerita tersendiri.
Peradaban di negeri Indonesia sudah terjadi sejak puluhan ribu tahun silam, dari kepercayaan hingga budaya yang ada sudah mengalami beberapa perubahan sejak pertama daratan Indonesia mulai dihuni. Hal tersebut terlihat dari sebuah relief dan bangunan-bangunan peninggalan sejarah masa lampu dan tak terkecuali Masjid. Ya, ada beberapa masjid bersejarah di Indonesia yang memiliki cerita tersendiri saat proses pembuatannya.
Akulturasi budaya sangat mempengaruhi masjid bersejarah di Indonesia, dah hal inilah yang membuat masjid tersebut memiliki keunikan tersendiri serta kental akan nilai sejarah. Lalu, apa saja masjid bersejarah di Indonesia yang sangat cocok untuk wisata religi. Berikut rangkumannya:
Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Agung Kasepuhan ini diprakarsai pembangunannya oleh Sunan Gunung Jati dan diarsiteki oleh Sunan Kalijaga. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1480, di masa penyebaran agama Islam oleh Wali Songo. Berlokasi di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, masjid ini mempunyai keunikan berupa sembilan pintu untuk masuk ke ruangan utama, yang melambangkan Wali Songo. Di masjid ini juga terdapat Sumur air Banyu Cis Sang Cipta Rasa yang selalu ramai dikunjungi oleh peziarah yang meyakini air dari sumur itu mampu mengobati berbagai penyakit. Masjid Agung Cirebon juga dikenal dengan nama Masjid Sunan Gunung Jati.
Masjid Agung Demak
Raden Patah, raja pertama dari Kesultanan Demak, beserta para Wali Songo mendirikan masjid ini di tahun 1466. Masjid Agung Demak diselesaikan pembangunannya pada tahun 1479. Bangunan induk masjid ini ditopang oleh empat tiang utama yang bernama saka guru. Uniknya, salah satu dari tiang utama tersebut terbuat dari serpihan kayu, dan dinamakan saka latal.
Di samping masjid ini terdapat Museum Masjid Agung Demak yang menampilkan berbagai koleksi unik masjid, seperti beduk dan kentongan yang dibuat oleh Wali Songo, kitab tafsir Al-Qur’an Jus 15-30 tulisan tangan Sunan Bonang, sepotong kayu dari saka latal yang diambil oleh Sunan Kalijaga, dan lain-lain.
Masjid Raya Baiturrahman
Masjid raya Baiturrahman merupakan peninggalan kerajaan aceh pada abad 15 M, terletak dijatung kota ibukota provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tepatnya dikota Banda Aceh. Masjid yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612. Ada juga yang mengatakan bahwa masjid ini dibangun di tahun 1292 oleh Sultain Alaidin Mahmudsyah.
Pada zaman penjajahan Belanda, masjid ini sempat dihancurkan di tahun 1873. Namun Belanda memutuskan untuk membangun kembali masjid ini di tahun 1877, sebagai permintaan maaf atas dirusaknya bangunan masjid yang lama. Pembangunan kembali masjid baru mulai dilaksanakan pada tahun 1879.
Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1883 dan tetap berdiri hingga sekarang. Pada saat bencana Tsunami di tahun 2004, Masjid Raya Baiturrahman tidak mengalami kerusakan sedikitpun dan jadi tempat mengungsi para korban gelombang Tsunami terbesar di dunia itu.
Jika kalian ingin melakukan Tour Religi bisa ambil paket di Hiace Transport Atau Sewa Hiace untuk Keliling mengunjungi makam sunan, Masjid dan wisata religi lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wisata-religi.jpg)