Breaking News:

Di Kabupaten Bandung, Penikmat Air Bersih Belum Merata, Gap Juga Terjadi di Sektor Sanitasi Layak

Di Kabupaten Bandung, masih terdapat warga yang menggunakan sanitasi tak layak dan belum menerima air bersih.

RAGIL WISNU SAPUTRA
ANTRE -- Sejumlah warga Komplek Griya Mitra Posindo, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, yang terkena banjir tengah mengantre untuk mendapatkan air bersih yang diberikan oleh BPBD Provinsi Jabar, Selasa (23/2/2016). Di Kabupaten Bandung, air bersih belum bisa dinikmati semua warga. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di Kabupaten Bandung, masih terdapat warga yang menggunakan sanitasi tak layak dan belum menerima air bersih.

Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung, Marlan, mengungkapkan, kondisi masyarakat penerima air bersih sekitar 81,45 persen.

"Jadi masih ada gap, sekitar 18,55 persen," ujar Marlan dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah, Program Pembiayaan Alternatif untuk Akses Air Minum dan Sanitasi di Hotel Sunshine, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (26/1/2020).

Dia mengatakan, semua masyarakat bisa menikmati air bersih semuanya ditargetkan pada 2024.

Dari data yang ada, jumlah jiwa yang terlayani air bersih sebanyak 2,86 juta jiwa.

Marlan mengungkapkam, terkait  sanitasi layak, ini juga sama, ada gap yang cukup lebar. 

Deden yang Gugat Orang Tua Sendiri Rp 3 Miliar Akui Ucapkan Bangsat, Kini Justru Melunak Minta Damai

Vaksin Sinovac Sudah Tiba di Cianjur, Sudah Mulai Disuntikkan Besok, Begini Pengamanannya

"Sekarang itu, yang jadi persoalan, IPLT (instalasi pengolahan lumpur tinja) yang masih harus direvitalisasi," kata Marlan.

Marlan mengungkapkan, sudah menganggarkan dari DID (dana insentif daerah) untuk 2021 di wilayah Soreang akan membangun satu lagi. 

"Pada saat sanitasi dinyatakan layak 100 persen, tapi tidak ada IPLT itu akan dianggap bohong karena tetap dianggapnya dibuang ke sungai. Itu yang akan menjadi prioritas kami ke depan," ucap dia.

Halaman
12
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved