Breaking News:

Penanganan Virus Corona

Jawa Barat Siap Kirimkan 253.640 Vial Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Suntikan Kedua

Pemprov Jabar memproses pengiriman 253.640 vial vaksin Covid-19 dari PT Bio Farma untuk keperluan vaksinasi suntikan kedua

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/Ery Chandra
Penjabat Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengikuti suntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh petugas kesehatan di Puskesmas Cimahi Tengah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memproses pengiriman 253.640 vial vaksin Covid-19 dari PT Bio Farma untuk keperluan vaksinasi suntikan kedua. Penyuntikan kedua akan dilaksanakan di tujuh daerah mulai hari Kamis (28/1/2021).

Sebelumnya, suntikan pertama sudah dilakukan 14 Januari 2021 lalu di Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

“Kami menunggu distribusi untuk termin kedua dari Bio Farma,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jabar yang juga Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Marion Siagian, di Kota Bandung, Minggu (24/1/2021).

Distribusi dilakukan dua kali, yakni Jumat (22/1/2021) sebanyak 55.880 vial dan Minggu (24/1/2021) sebanyak 98.880 vial pada Senin (25/1/2021) 88.880 vial. Vaksin akan disimpan di gudang milik Pemprov Jabar.

Guna mendukung sukses vaksinasi, kabupaten/kota harus mempersiapkan diri mulai segi fasilitas kesehatan, tempat penyimpanan vaksin (cold chain), serta tenaga vaksinator.

Provinsi Jawa Barat telah membentuk Komda KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) untuk melayani penerima vaksinasi yang mengalami KIPI dengan gejala berat.

“Kabupaten/kota juga harus menyiapkan Pokja KIPI dan menetapkan rumah sakit rujukan KIPI,” kata Marion.

Baca juga: Jirayut Sekarang dan Dulu Beda Banget, Ini Foto Host Indosiar Itu Saat Awal ke Indonesia, Dia Kangen

Berdasarkan pemantauan, tidak ada laporan para nakes yang disuntik pertama mengalami KIPI dengan gejala berat.

“Yang muncul KIPI ringan seperti kemerahan di tempat suntikan. Semua bisa diatasi tanpa ada yang rawat inap,” kata Marion.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved