Breaking News:

VIDEO-Sejarah dan Kondisi Terkini Pengrajin Tahu Cibuntu Pasca Mogok Massal Nasional

Salah seorang pengrajin tahu yang masih bertahan, Supardi (56) mengaku, usaha yang digelutinya telah berlangsung selama 40 tahun dan merupakan warisan

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung dikenal selain sebagai kota kreatif dan fashion, tapi juga surganya kuliner oleh para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bahkan beberapa kuliner, kini menjadi panganan pokok yang lahir secara turun temurun belasan hingga puluhan tahun lalu, salah satunya Tahu Cibuntu

Kawasan sentra produksi Tahu Cibuntu berada di Kelurahan Warung Muncang, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung.

Usaha yang telah dilakukan oleh para pengrajin lintas generasi dengan mempertahankan resep leluhur dan bahan baku alami yang berkualitas tersebut, telah ada sejak tahun 1960an.

Maka tidak heran bila rasa dan tekstur dari Tahu Cibuntu sangat khas dan digandrungi oleh semua orang.

Berdasarkan beberapa sumber literatur yang di peroleh Tribun Jabar, awal mula terbentuknya kampung Tahu Cibuntu yaitu, oleh seorang pekerja migran Tiongkok yang di kenal sebagai Babah Mpe mendirikan sebuah rumah produksi "tauhu", 
yang merupakan bahasa Hokkian atau Mandarin dari kedelai fermentasi pada tahun 1937-1947.

Meski menjadi satu-satunya produsen tahu di wilayah tersebut, namun hal itu tidak serta merta menumbuhkan ketertarikan warga sekitar untuk mengikuti jejak bisnis serupa, hingga akhirnya kelanjutan usaha tersebut dipercayakan pada salah seorang pegawai setianya yang merupakan pribumi, karena Babah Mpe kembali ke negeri asalnya pada tahun 1950an. Hingga akhirnya usaha itu dilanjutkan oleh anak cucu dari pribumi tersebut hingga saat ini.

Halaman
1234
Penulis: Cipta Permana
Editor: Teguh Kurnia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved