Kamis, 7 Mei 2026

Duh, Selama Pandemi Narkoba Tidak Pernah Hilang, Lebih Berbahaya daripada Covid-19

Peredaran narkoba di Indonesia umumnya, di Kota Bandung khususnya, tak pernah hilang, termasuk selama pandemi Covid-19. 

Tayang:
Penulis: Tiah SM | Editor: Hermawan Aksan
Pixabay.com
Peredaran narkoba di Indonesia umumnya, di Kota Bandung khususnya, tak pernah hilang, termasuk selama pandemi Covid-19.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peredaran narkoba di Indonesia umumnya, di Kota Bandung khususnya, tak pernah hilang, termasuk selama pandemi Covid-19

“Kasus narkoba selama pandemi terungkap tapi jumlahnya tidak sebanyak ketika tidak pandemi. Namun, tetap saja ada peredaran narkoba di Indonesia,” ujar Deputi Pencegahan, Badan Narkoba Nasional RI, Irjen Pol Anjan Pramuka Putra, di Balai Kota Bandung, Jumat (22/1).

Anjan mengatakan, selama pandemi tugas tambahan melakukan pogram pencegahan dan penanggulangan Covid-19, tapi selalu disisipkan sosialisasi bahaya narkoba sama dengan Covid-19.

Baca juga: Pergerakan Tanah di Gegerbitung Sukabumi, 113 KK Mengungsi, di Rumah Kerabat hingga di Sekolah

Baca juga: Ingin Percepat Vaksinasi Covid-19 Tapi Jawa Barat Kurang Vaksinator, Butuh 30 Ribuan

“Semua harus waspada terhadap bahaya narkoba karena narkoba lebih berbahaya dibandingkan Covid-19,” ujarnya.

Menurut Anjan, narkoba bisa menyerang siapa saja, tidak memandang umur dan status sosial, sehingga sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaannya.

Salah satu yang diupayakan pemerintah adalah kelurahan bersih dari narkoba (bersinar).

Anjan mengharapkan, adanya "kelurahan bersinar" bisa melibatkan seluruh masyarakat hingga kepada masyarakat perdesaan dalam upaya pencegahan peredaran narkoba ini.

Pemerintah, kata Anjan, menitikberatkan kepada desa atau keluarahan terutama di pinggiran.

Empat pelaku penyalahgunaan dan penyebaran narkoba dihadirkan dalam konferensi pers oleh Sat Narkoba Polres Majalengka,  Senin (18/1/2021)
Empat pelaku penyalahgunaan dan penyebaran narkoba dihadirkan dalam konferensi pers oleh Sat Narkoba Polres Majalengka, Senin (18/1/2021) (Tribun Cirebon/ Eki Yulianto)

Menurut Anjan, daerah pinggiran merupakan kawasan strategis untuk mengedarkan narkoba.

“Beberapa waktu yang lalu ditemukan 1 ton narkoba di Banten dan mulai diedarkan di desa-desa pinggiran,” tuturnya.

Anjan mengatakan, Kota Bandung menjadi barometer peredaran narkoba di Indonesia.

Pasalnya, jika ada pemberantasan narkoba  di Jakarta, larinya akan ke Bandung.

Anjan berharap seluruh warga dan stakeholder di Kota Bandung bersinergi untuk melakukan pencegahan.

Salah satunya dengan program "kelurahan bersinar" ini.

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna berharap agar di bawah "kelurahan bersinar" ini ada RW dan RT bersinar, dan di bawahnya lagi ada keluarga bersinar.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna
Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna (Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman)

"Jadi berjenjang ke atas dan ke bawah sehingga menjadikan kota bersinar yang pada gilirannya menjadi negara bersinar,” tuturnya 

Ema mengatakan, memberantas narkoba merupakan perjuangan yang tidak mudah, tapi harus diupayakan.

Di Kota Bandung, kata Ema, ada Perda Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sehingga diharapkan bisa mewujudkan Bandung Kota Agamis.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mempunyai formula khusus menekan peredaran narkoba. Formula itu adalah memperkuat ketahanan keluarga.

Oded memaparkan, ketahanan keluarga merupakan fondasi untuk membangun benteng dari pengaruh narkoba.

Wali Kota Bandung Oded M Danial
Wali Kota Bandung Oded M Danial (humas pemkot)

Kuncinya, kata dia, harus menjaga pola komunikasi yang klop antara orang tua dan anak.

"Yang efektif ini bagaimana kita membangun ketahanan keluarga. Ketika partikel sosial dari keluarga menjadi kuat, ini menjadi bagian dari upaya kita mencegah narkoba di Tanah Air," ujar Oded saat menyambut visitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) RI secara daring, Jumat, (22/1).

Menurut Oded, tak sedikit dari anak-anak usia remaja yang terjerat narkoba akibat terdampak masalah di keluarganya.

Karena itu, formulasi ketahanan keluarga dibutuhkan sebagai modal dasar dalam menangkal bahaya narkoba.

Oded mengungkapkan, sebanyak 79 dari 151 kelurahan di Kota Bandung secara bertahap telah melengkapi regulasi yang berkaitan dengan fasilitas program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika (P4GN).

Bahkan, delapan kelurahan di antaranya ditetapkan sebagai percontohan pelaksanaan Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) pada 2020. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved