Breaking News:

Waw, Jumlah Penduduk Jawa Barat Meningkat, Hasil SP 2020, Hampir 4 Juta Berdomisili Tak Sesuai KTP

Dibandingkan dengan hasil sensus sebelumnya, jumlah penduduk Jawa Barat terus mengalami peningkatan.

Sensus penduduk 2020 (SP 2020) mencatat penduduk Jawa Barat pada bulan September 2020 sebanyak 48,27 juta jiwa. Dibandingkan dengan hasil sensus sebelumnya, jumlah penduduk Jawa Barat terus mengalami peningkatan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sensus penduduk 2020 (SP 2020) mencatat penduduk Jawa Barat pada bulan September 2020 sebanyak 48,27 juta jiwa. Dibandingkan dengan hasil sensus sebelumnya, jumlah penduduk Jawa Barat terus mengalami peningkatan.

Kepala BPS Jawa Barat Dyah Anugrah Kuswardani mengatakan, dalam jangka waktu sepuluh tahun sejak tahun 2010, jumlah penduduk Jawa Barat mengalami penambahan sekitar 5,2 juta jiwa atau rata-rata sebanyak 0,44 juta setiap tahun.

Baca juga: Atap Kayu Lapuk dan Bocor saat Hujan, Anggota Koramil Purwadadi Dapat Hadiah Perbaikan Rumah

"Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2010-2020), laju pertumbuhan penduduk Jawa Barat sebesar 1,11 persen per tahun," katanya dalam Rilis Bersama Sensus Penduduk 2020 secara daring, Kamis (21/1/2021).

Menurutnya, terdapat pengurangan laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,5 persen poin jika dibandingkan dengan periode 1971-1980 yang sebesar 2,61 persen.

Baca juga: Musim Hujan, Pelaku Usaha Genting Keluhkan Produksi Menurun Gara-gara Ini

Dari 48,27 juta penduduk Jawa Barat sebesar 91,7 persen atau sekitar 44,28 juta penduduk berdomisili sesuai KK/KTP.

Sementara sebesar 8,3 persen atau sekitar 3,99 juta penduduk lainnya berdomisili tidak sesuai kartun keluarga/KK/KTP.

Baca juga: Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran Terputus Longsor, Pemulihan Terkendala Cuaca dan Peralatan

"Jumlah ini merupakan indikasi banyaknya penduduk yang berpindah dari wilayah tempat tinggal sebelumnya karena sekarang sudah tidak tinggal pada alamat yang tertera di KK/KTP lagi," katanya.

Sensus Penduduk adalah merupakan amanat Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, yang dilaksanakan sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka nol.

Baca juga: Jabodetabek Ada yang Mogok Dagang, Disdagin Bandung Pastikan Pedagang Daging Sapi Tetap Jualan

Sensus Penduduk 2020 (SP2020) adalah merupakan sensus penduduk yang ketujuh sejak Indonesia merdeka. Keenam sensus penduduk sebelumnya dilaksanakan pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010 dengan menggunakan metode tradisional, yaitu mencatat setiap penduduk dari rumah ke rumah.

Pertama kalinya dalam sejarah sensus penduduk di Indonesia, SP2020 menggunakan metode kombinasi yaitu dengan memanfaatkan data Administrasi Kependudukan (Adminduk) dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai data dasar pelaksanaan SP2020.

Hal ini dirancang dan dilaksanakan sebagai upaya untuk mewujudkan “SATU DATA KEPENDUDUKAN INDONESIA”

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved