Hati-hati Beli Rumah, Wagub Jabar Ingatkan Pengembang Nakal, Uu; Sudah Tahu Rawan, Bangun Rumah

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan masyarakat harus lebih teliti dalam memilih rumah yang akan dibelinya

istimewa
ilustrasi longsor Cimanggung- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan masyarakat harus lebih teliti dalam memilih rumah yang akan dibelinya 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan masyarakat harus lebih teliti dalam memilih rumah yang akan dibelinya dengan memastikan rumah tersebut terletak di kawasan yang tidak berisiko bencana seperti banjir dan longsor.

Di sisi lain, Uu meminta pemerintah daerah untuk tidak membiarkan developer perumahan yang nakal yang berani membangun perumahan sebelum izin diberikan.

Pengawasan terhadap para pengembang perumahan, katanya, harus lebih ketat terutama dalam hal risiko bencana.

Baca juga: Awal Tahun Gempa Terjadi Beberapa Kali di Indonesia, Baca Doa ini Mohon Keselamatan Syariat Islam

“Kami mendapati banyak pengembang yang belum mendapat izin, mereka sudah melakukan pematangan lahan. Contohnya, sawah yang basah dikeringkan dulu, yang miring dilandaikan dulu, baru mengajukan izin. Jadi pada saat pengontrolan oleh pemerintah, tanah sudah kering atau tidak curam, jadi dianggap tidak berisiko,” katanya melalui ponsel, Kamis (21/1).

Uu pun meminta kepada para pengembang perumahan untuk tidak melakukan pembangunan yang merusak lingkungan, bahkan membangun di kawasan rawan bencana.

Hal ini dapat membahayakan konsumen dan masyarakat sekitarnya.

“Jangan ada lagi yang bersiasat atau curang. Sudah tahu lokasinya rawan bencana, malah dibangun perumahan. Kita tidak tahu ke depannya curah hujan seperti apa atau kondisi alam sekitarnya seperti apa,” katanya.

Uu memgatakan hal tersebut contohnya terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, beberapa pekan lalu.

Sebuah rumah didirikan di bukit sehingga menimbulkan longsor. Padahal seharusnya dataran tang tinggi menjadi lokasi serapan air.

Baca juga: Pemkab Sumedang Siapkan Dua Skema untuk Merelokasi Warga Terdampak Longsor Cimanggung

“Saya minta pemerintah daerah untuk lebih hati-hati lagi dalam mengeluarkan izin pembangunan, lebih teliti lagi. Tokoh masyarakat harus memantau kalau ada alih fungsi lahan yang sangat membahayakan, harus bertindak," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan semua perumahan di lokasi yang rawan bencana di Jawa Barat akan kembali dievaluasi keberadaannya.

Longsor yang terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, harus menjadi pelajaran. 

"Titip agar kewaspadaan, dan saya sudah perintahkan pemkot dan pemkab untuk mengevaluasi hadirnya rumah rumah di lahan yang berbahaya," ujar Gubernur melalui siaran digital, Rabu (20/1).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya tengah fokus mempersiapkan relokasi rumah warga di lokasi longsor yang terdampak dan terancam bencana di Desa Cihanjuang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved