Pasca Longsor Maut di Cimanggung, 131 KK Bakal Direlokasi dan 1.126 jiwa Masih Mengungsi

Pemerintah Kabupaten Sumedang saat ini fokus pada penanganan pengungsi dan relokasi

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
istimewa
Anak-anak Korban Longsor Cimanggung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang saat ini fokus pada penanganan pengungsi dan relokasi warga terdampak longsor Cimanggung di Kampung Bojongkondang, RT 3/10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Hal tersebut, karena selain menyebabkan 40 orang meninggal dunia, longsor besar yang terjadi pada 9 Januari 2021 itu menyebabkan 20 unit rumah tertimbun, 26 rusak berat, 3 rusak sedang, 350 unit rumah terancam, dan satu unit Masjid rusak sedang.

Sekda Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman, mengatakan, total warga terdampak longsor yang harus direlokasi sebanyak 131 KK, dengan rincian 41 KK dari zona 1 atau Bojongkondang dan 90 KK dari zona 2 atau Perumahan Satria Bumintara Gemilang (SBG).

"Kami sudah melakukan persiapan langkah-langkah kemana akan direlokasi dan skemanya seperti apa berdasarkan zonasi. Untuk zona merah itu tidak boleh warga tinggal di sana," ujarnya kepada Tribun Jabar di IPP Kabupaten Sumedang, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Jika Frank Lampard Dipecat Chelsea, Ini 5 Kandidat Penggantinya, Rodgers di Urutan Terakhir

Terkait hal ini, kata Herman, pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Geologi untuk melakukan analisis saintifik di lokasi longsor yang masuk daerah rawan bencana tersebut.

"Kami juga fokus untuk penanganan pengungsi dan terus update data terakhir dari 3 zona pengungsian," kata Herman.

Untuk zona pengungsian pertama, lanjut Herman, zona Cipareuag yang diperuntukan bagi warga di sekitar Bojongkondang, kedua zona SBG untuk warga yang terancam longsor dan yang ketiga zona Madrasah Az-Zahra bagi warga yang terkena banjir.

Herman mengatakan, untuk total pengungsi hingga saat ini jumlahnya sekitar 314 KK atau 1.126 jiwa. Jumlah tersebut perkembangannya bisa dilihat melalui aplikasi Sistem Informasi Tanggap Bencana dan Musibah (Sitabah).

"Sudah kami entry ke dalam aplikasi Sitabah. Jadi teman-teman bisa langsung melihat by name by address di aplikasi yang hanya dibuat dalam dua hari ini," ucapnya.

Baca juga: Wanita Disiram Air Keras, Saat Sedang Naik Motor, Motif Asmara, Pelaku Disuruh TKI di Taiwan

Menurutnya, aplikasi Sitabah ini menjadi media efektif bagi warga untuk mengakses informasi kebencanaan, termasuk datanya bisa dimanfaatkan untuk menajemen kebencanaan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sumedang sudah menyiapkan dua skema untuk merelokasi warga terdampak longsor di Kampung Bojongkondang tersebut.

"Skema pertama akan direlokasi secara terpusat dengan menyediakan lahan di Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung," kata Herman.

Sementara untuk skema kedua, relokasi ini melalui kolaborasi dengan Asosiasi Perumahan Nasional (Asprumnas) yang menyediakan Perumahan El Hago di daerah Cilembu, Kecamatan Pamulihan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved