Breaking News:

Kadinkes Kabupaten Bandung Grace Mengaku Hal yang Ditakutkan Selama Ini Akhirnya Terjadi Juga

Hingga Rabu (20/1/2021), jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Bandung berada di angka 5.377 kasus.

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Grace Mediana di Dome Belerame Sabilulung, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (13/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Lutfi Ahmad Mauludin
 
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hingga Rabu (20/1/2021), jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Bandung berada di angka 5.377 kasus.

"Itu akumulatif dari pertama," ujar Kadinkes Bandung, Grace Mediana Purmani, saat berada di Kompleks Pemda Bandung, yang ada di Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (20/1/2021).

Grace mengatakan, ada hal yang dia takutkan saat ini terjadi. Hal itu adalah adanya klaster keluarga.

Menurutnya, kasus klaster keluarga meningkat.

"Di keluarga, kan, merasa bebas enggak pakai masker. Pokoknya enggak tertib makainya. Pas sampai rumah semua merasa nyaman di rumah, tak tertular, tahunya dia OTG (orang tanpa gejala)," kata Grace.

Grace mengungkapkan, biasanya generasi muda yang OTG lalu menularkan yang di rumah. Jadi, katanya, penerapan protokol kesehatan Covid-19 di rumah juga penting.

Baca juga: Daftar Mantan Pacar Amanda Manopo yang Mengaku Sudah Pernah Menikah, dengan Siapa?

Baca juga: Tingkat Kepatuhan Pakai Masker di Pangandaran Terendah di Jawa Barat, Bupati Jeje Beri Fakta

"Nah, karena OTG ini persentasenya 55-60 persen, lebih banyak dan OTG ini kejaring ketika kami melakukan vaksin. Kedua, terjaring ketika tracing kontak erat (dengan yang positif Covid)," ucap dia.

Sebab, kata Grace, OTG merasa baik-baik saja. Akibatnya dari satu orang itu, kebanyakan di rumahnya ada yang tertular.

"Jadi sebetulnya keberhasilan itu, dari peran serta masyarakat," ujarnya.

Grace menegaskan, jika pemerintah melakukan apa pun, kalau masyarakatnya tidak disiplin, tidak patuh menerapkan protokol kesehatan Covid 19, tak akan berhasil.

"Karena apa, seperti saya di Dinkes, bisa mengawasi 3,6 juta penduduk? Ya, enggak bisa. Jadi masyarakat yang berperan," katanya.

Baca juga: Garut Terburuk Nomor 3 Menjaga Jarak, Wakil Bupati Helmi Budiman Berterima Kasih ke Pemprov

Kadang, kata dia, ada yang merasa belum percaya adanya Covid-19 kalau belum terpapar saudaranya. 

"Kalau sudah terpapar, baru Covid ada, bagaimana ini, harus ke mana lari. Padahal kita lebih baik mencegah daripada mengobati," tuturnya. (*)

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved