Breaking News:

Antisipasi Banyaknya PKL yang Langgar Aturan, Satpol PP Purwakarta Lakukan Cara Ini

Untuk mengantisipasi banyaknya PKL yang melanggar aturan, Satpol PP Purwakarta melakukan cara ini.

Tribun Jabar/Muhammad Nandri Prilatama
Ilustrasi PKL di Purwakarta. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pelaku usaha di masa pandemi Covid-19 sangat berdampak di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Purwakarta.

Banyak pedagang yang mencoba bertahan hidup dengan terus berjualan meskipun di tempat-tempat yang tak diperbolehkan. 

Satpol PP Purwakarta telah mengantisipasi adanya pelanggaran ketertiban yang dilakukan para pedagang seperti tertuang dalam Perda nomor 12 tahun 2009 tentang K3 (kebersihan, keindahan, dan ketertiban).

Baca juga: BREAKING NEWS: Liga 1 dan Liga 2 2020/2021 Dibatalkan, Tak Ada Juara dan Degradasi

Baca juga: TKW Indramayu Meninggal di Arab Saudi, Keluarga Diminta Rp 170 Juta Jika Ingin Jenazah Dipulangkan

Kepala Bidang Tibumtrantib Satpol PP Purwakarta, Teguh Juarsa mengatakan di Purwakarta terus disosialisasikan ke para pedagang untuk tidak berjualan di bahu jalan, trotoar, hingga fasilitas umum lainnya.

"Kalau untuk titik yang diperbolehkan itu di Purwakarta di halaman toko sifatnya milik pribadi," ujarnya, Rabu (20/1/2021).

Teguh mengklaim pedagang-pedagang di Purwakarta sudah mengetahui aturan perda tersebut.

Hanya, kata Teguh, mereka kerap berdalih dengan kondisi saat ini sehingga mencari tempat yang memang bisa diakses langsung oleh pembeli dan dirasa ramai, seperti trotoar dan bahu jalan.

"Tindakan kami dengan kondisi pandemi sekarang, bagi pedagang yang memang tadinya menetap berdagang di satu titik kamu adakan sosialisasi dulu selama tiga minggu agar mereka paham sebab aturan ini harus ditegakkan," katanya.

Namun, untuk pedagang yang sifatnya tak menetap, kata Teguh, Satpol PP akan langsung menegurnya dan meminta untuk pindah berjualannya.

"Intinya, kami ada toleransi di saat pandemi sekarang. Jadi, cara penegakkan perda diubah dengan metode pendekatan dan sosialisasi kepada para pedagang yang melanggar tetapi gunakan batas waktu untuk pindah berjualan dari hasil musyawarah," ujarnya seraya mengecualikan PKL yang berkeliling akan langsung ditegur dan tak ada sosialisasi.

Baca juga: Sampai Kapan Suhu Dingin di Bandung Bertahan? Berpeluang 19 Derajat Celsius, di Lembang 17 Derajat

Baca juga: Polantas Hanya Atur Lalu Lintas, Tak Lagi Lakukan Penilangan, Ini Kata Listyo Sigit

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved