Selasa, 9 Juni 2026

Dibutuhkan, Donor Plasma Darah Masih Rendah, Ridwan Kamil Minta Ini Kepada Kepala Daerah dan ASN

Donor plasma darah penyintas Covid-19 masih rendah, Gubernur dorong kepala daerah dan ASN penyintas Covid-19 mendonor untuk terapi pasien Covid

Tayang:
tribunjabar/ahmad imam baehaqi
ilustrasi donor plasma darah- Donor plasma darah penyintas Covid-19 masih rendah, Gubernur dorong kepala daerah dan ASN penyintas Covid-19 mendonor untuk terapi pasien Covid 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendorong para kepala daerah, pejabat publik, dan masyarakat penyintas COVID-19 mendonorkan plasma darahnya untuk pasien positif yang masih dirawat di rumah sakit. 

Saat ini, minat penyintas COVID-19 menyumbangkan plasma darahnya, masih tergolong rendah. PMI mencatat jumlah calon pendonor plasma darah hanya 5-10 persen dari total jumlah pasien yang sembuh secara nasional.

Hal ini yang kemudian membuat Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mencanangkan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Kovalesen secara daring bersama Palang Merah Indonesia dan rumah sakit seluruh Indonesia, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Pantesan Banjir, Kebun dan Tambang Ilegal Indonesia 17,1 Juta Hektare, Negara Rugi Ratusan Triliun

“Ada gerakan donor plasma konvalesen. Saya imbau kepada ribuan orang yang sembuh di Jabar, kami dengan sangat memohon menyumbangkan plasma darahnya untuk digunakan bagi penyembuhan pasien yang masih berjuang karena COVID-19. Mudah-mudahan kampanye donor plasma konvalesen ini bisa berhasil di Jabar,” ujar Ridwan Kamil melalui siaran digital, Selasa (19/1).

Diketahui beberapa kepala daerah sempat terkonfirmasi positif COVID-19 seperti Wali Kota Bogor, Wakil Wali Kota Bandung, Bupati Karawang, Bupati Bogor, Wali Kota Bandung, Wali Kota Depok, Wali Kota Cirebon, Bupati Cirebon, dan terbaru Bupati Bandung Barat.

Sekda Kota Bogor pun diketahui terkonfirmasi, dan masih banyak pejabat publik lainnya setingkat eselon II, termasuk ASN.

Baca juga: Kalapas Indramayu Benarkan Ada Kabar Beredar Korban yang Tewas Dianiaya Narapidana Cepu Polisi

“Bagi kepala daerah atau pejabat publik yang memenuhi syarat, seperti tidak ada komorbid, belum pernah hamil, dan positifnya bergejala, saya dorong untuk mendonorkan plasma darahnya,” ujarnya.

“Rakyat itu kan bagaimana pemimpin. Kalau pemimpinnya kasih contoh baik, insyaallah masyarakat pun akan ikut. Dulu pas uji klinis peminatnya sedikit, tapi setelah saya dan forkopimda daftar, relawan malah membeludak. Kemarin vaksin, pejabat publik pun memulainya agar masyarakat juga ikut,” kata Ridwan Kamil

Di saat pandemi, menurut Gubernur, pemimpin harus menanamkan empati dan solidaritas di masyarakat.

Caranya adalah dengan menjadi contoh dan panutan. Jangan justru memunculkan preseden buruk.

Baca juga: Mulai Jam 10.00, Ini Daerah-daerah yang Akan Mengalami Pemadaman Listrik, Siap-siap Mati Lampu

Setelah kepala daerah menjadi pendonor plasma, paling tidak langkah ini akan diikuti pejabat publik di bawahnya seperti sekda, kepala dinas serta pejabat eselon lainnya. Harapannya, seluruh ASN penyintas COVID-19 akan mengikuti.

Ketua Komunitas Pendonor Plasma Darah dr Ariani menjelaskan, terapi plasma darah dapat menjadi alternatif penyembuhan terbaik bagi pasien positif, di tengah belum ditemukannya obat COVID-19 dan vaksinasi yang saat ini baru saja mulai.

Terapi plasma darah dipakai dokter di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang. Berdasarkan penelitian, plasma darah dapat meningkatkan angka kesempuan pasien positif dengan derajat berat 95 persen sembuh, derajat kritis 59 persen sembuh.

“Intinya semuanya masih dalam taraf penelitian, tapi menjanjikan di saat belum ada obat pasti,” kata Ariani.

Baca juga: Yang Tersisa dari Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Sebut Fathan Diikuti Sosok Gaib

Penjelasan Ariani sekaligus membantah keraguan dari sebagian kalangan dokter yang mengatakan terapi plasma darah tidak efektif menolong pasien positif, bahkan sudah ditinggalkan negara maju seperti Inggris.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved