Cara Ini Bisa Bantu Obati Pasien Covid-19 Bergejala, Butuh Peran Dari Penyintas Covid-19

Salah satu cara mengobati pasien positif Covid-19 yang bergejala, yakni terapi plasma convalescent atau plasma konvalesen

Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
tribunjabar/ahmad imam baehaqi
Ilustrasi donor plasma darah- Untuk menjadi pendonor ada ketentuannya, yaitu bukan OTG (Orang Tanpa Gejala) tetapi donor yang pernah dirawat di Rumah Sakit dengan gejala. 

TRIBUNJABAR. ID,  BANDUNG- Anda pernah positif covid? darah Anda sangat dibutuhkan untuk menyembuhkan pasien covid.
Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Bandung, Uke Muktimanah, mengatakan, salah satu cara mengobati pasien positif Covid-19 yang bergejala, yakni terapi plasma convalescent atau plasma konvalesen

Hal ini juga yang dicanangkan Pemerintah Pusat dan PMI menjadi Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen.

Plasma konvalesen adalah plasma darah yang didapatkan dari proses donor dari para penyintas Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh," ujar Uke, Selasa (19/1).

Baca juga: Dibutuhkan, Donor Plasma Darah Masih Rendah, Ridwan Kamil Minta Ini Kepada Kepala Daerah dan ASN

Menurut Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Bandung, Uke Muktimanah, donor plasma konvalesen diambil dari para penyintas Covid-19 yang sudah sembuh dengan kriteria tertentu.

"Tujuannya untuk memberikan terapi menambah atau meningkatkan antibodi bagi pasien covid-19," ujarnya.

Uke mengatakan, untuk menjadi pendonor ada ketentuannya, yaitu bukan OTG (Orang Tanpa Gejala) tetapi donor yang pernah dirawat di Rumah Sakit dengan gejala.

Baca juga: VIDEO-Gadis Majalengka Nyaris Dijual ke Arab, 3 Warga Indramayu Ditangkap Satu Diantaranya Perempuan

Syarat untuk para pendonor plasma konvalesen salah satunya harus sudah negatif dengan swab test polymerase chain reaction (PCR) dan menjalani beberapa tahapan tes atau pemeriksaan.

"Berusia antara 18 - 60 tahun, berat badan di atas 50 kg, dan penyintas tersebut juga harus sudah negatif PCR-nya. Dan waktu mendonorkannya 14 hari setelah sembuh sampai dengan 12 minggu," ujar Uke.

Uke mengatakan, kalau sudah memenuhi syarat, datanglah ke PMI. Nanti ada protokolnya diperiksa antibodi yang harus sesuai standar.

Tujuan pemberiannya agar donor yang berkualitas dan meningkatkan imun pada pasien.

Baca juga: Viral Suara Teriakan Minta Tolong dan Tangisan, Terekam Petugas Saat Cari Korban Sriwijaya Air SJ182

Uke mengatakan, pengambilan donor plasma konvalesen tersebut menggunakan metode apheresis. Dengan mesin tersebut akan terkumpul komponen plasmanya saja.

Perlu diketahui, Pemerintah Pusat mencanangkan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen pada 18 Januari 2021. 

Pencanangan dilakukan Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, Kepala BNPB Doni Monardo, Mentri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menko PMK Muhadjir Effendy.

Donor plasma konvalesen tersebut bisa dilakukan di PMI yang telah memenuhi sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BP POM. 

satunya PMI Kota Bandung yang telah memenuhi persyaratan tersebut sejak tahun 2018.

Baca juga: Ibu yang Dimangsa Buaya di Depan Anaknya Diduga Langgar Pantangan Leluhur, Apa Itu?

Uke mengatakan PMI Kota Bandung juga sebelumnya sudah bekerja sama dengan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 agar memberikan edukasi bagi para penyintas untuk melakukan donor plasma konvalesen tersebut.

PMI Kota Bandung pun menerima daftar pasien dari Rumah Sakit tersebut, sehingga kebersamaan dalam mencari para pendonor dirasakan cukup baik karena saling membantu.

"Kami sudah cukup lama melakukan imbauan ke Rumah Sakit dalam surat untuk mengedukasi donor-donor yang sudah rawat jalan, kalau sudah sembuh (dinyatakan negatif) untuk bisa donor ke PMI," katanya.

PMI Kota Bandung  sudah berhasil mengambil darah penyitas40 orang dan sudah didonorkan kepada pasien covid 19.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved