Breaking News:

Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Curhat Anak Syekh Ali Jaber, Hasan Merasa Ada yang Disayangkan, Bangga atas Perjuangan Sang Ayah

Anak pertama  Syekh Ali Jaber, Al Hasan Ali Jaber merasa ada yang disayangkan setelah kepergian sang ayah.

Kolase (Tribun Lombok dan Istimewa)
Hasan merupakan putra dari ulama kondang Syekh Ali Jaber dan istrinya, Ummi Nadia. Sudah tentu kini Hasan begitu kehilangan sosok ayahnya tersebut. 

TRIBUNJABAR.ID - Anak pertama  Syekh Ali Jaber, Al Hasan Ali Jaber merasa ada yang disayangkan setelah kepergian sang ayah.

Pemuda yang akrab dipanggil Hasan ini merasa ada yang belum pernah dia lakukan ketika Syekh Ali Jaber masih hidup.

Hasan menyatakan pengakuan ini saat menjawab pertanyaan sahabat ayahnya, Irfan Hakim.

"Kamu suka curhat enggak sama Abu Yat (Syekh Ali Jaber)," tanya Irfan Hakim dalam vlog di kanal Youtube Dehakims yang diunggah pada 17 Januari 2021.

Hasan yang memanggil ayahnya dengan sebutan Abuya ini mengaku, belum pernah curhat pada ayahnya.

Kini, ia menyayangkan karena tidak pernah curhat pada sang ayah.

"Itu yang disayangkan, belum pernah," katanya.

Baca juga: Kata-kata Terakhir Syekh Ali Jaber ke Asistennya, Suara Terdengar Berat, dan Napas Terengah-engah

Baca juga: Umi Nadia, Istri Cantik Syekh Ali Jaber, Sempat Muncul di Vlog, Sosoknya Bikin Penasaran

Ia mengaku, justru ayahnya lah yang suka curhat padanya.

"Cuma Abuya aja yang sering curhat," kata anak Syekh Ali Jaber ini.

Hasan menceritakan, isi curhatan ayahnya yang teringat di benaknya yaitu pesan untuk tidak meninggalkan salat.

Kemudian, putra Umi Nadia ini juga bercerita, harapan ayahnya agar dia bisa melanjutkan pekerjaan Syekh Ali Jaber untuk berdakwah.

Namun, Ali Jaber tak memaksa, ia sekadar menyampaikan harapannya.

Al Hasan Ali Jaber Putra Sulung Syekh Ali Jaber
Al Hasan Ali Jaber Putra Sulung Syekh Ali Jaber (Kolase Tribunstyle.com)

"Walaupun enggak memaksa cuma ingin buat meneruskan kerjanya beliau, meneruskan dakwah. Walaupun enggak pernah memaksa,

cuma yang dia paksa hanya jaga sholat. Cuma kalau bisa, lebih bagus lanjutkan dakwah beliau," kata Hasan.

Baca juga: Inilah Hasan Putra Syekh Ali Jaber, Sempat Ditawari Kuliah di Luar Negeri, Beri Jawaban Tak Terduga

Baca juga: Belajar dari Sosok Syekh Ali Jaber, Begini Cara Dia Agar Bisa Pasrah dan Tidak Marah

Kini, sang ayah pun telah tiada. Namun, Al Hasan Ali Jaber ini tak sekalipun meneteskan air matanya.

Sejak dengar kabar sang ayah wafat, anak Syekh Ali Jaber ini tidak menangis, bahkan hingga saat ini.

Rupanya, ada alasan kuat mengapa dia kuat untuk tidak menangis atas kepergian sang ayah.

"Susah kalau dijelasin pakai kata-kata itu susah, makanya sampai detik ini dari tahu kabar meninggal enggak pernah nangis sama sekali

karena saking bangganya sama perjuannya hidup. Saking bangganya enggak pernah nangis," kata Hasan.

"Kamu? dari dengar kabar sampai sekarang," tanya Irfan Hakim.

Kemudian, Hasan pun mengangguk.

"Saking bangganya ga pernah (meneteskan air mata), sama sekali enggak pernah," katanya.

Kemudian, Irfan Hakim penasaran apa yang membuat Hasan bangga sampai tak menangis saat Syekh Ali Jaber wafat.

Hasan menjawab, ia begitu bangga atas perjuangan ayahnya semasa hidup untuk kepentingan umat.

"Perjuangan beliau selama hidup demi umat, bener-bener demi umat," katanya.

Kemudian, Irfan pun menanyakan lebih jauh tentang perasaan putra Umi Nadia ini.

Ia bertanya, apakah pernah merasa cemburu melihat Syekh Ali Jaber semasa hidup sibuk untuk kepentingan umat.

Hasan mengaku, pernah ada perasaan seperti itu, tapi ia selalu istighfar dan menyadari bahwa apa yang dilakukan sang ayah baik untuk umat.

"Pernah, cuma selalu istighfar, selalu ingat itu perjuangan beliau baik, niatnya baik. Ingin membuat Indonesia ini maju, sejahtera, dan kita semua cinta Alquran," katanya.

Ia mengaku, ayahnya sangat cinta Indonesia. Syekh Ali Jaber juga merasa senang ketika Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY memberikan penghargaan status kewarganegaraan.

Kemudian, Hasan juga bercerita, ayahnya tak pernah mau dibilang bapak.

"Dia enggak mau dibilang bapak, dia mau jadi temen. Anggap adik kakak aja, enggak pernah bilang bapak," katanya.

Baca juga: Keinginan Syekh Ali Jaber Tak Kesampaian, Alasan Dimakamkan di Tangerang Diungkap Ustaz Yusuf

Baca juga: Foto Makam Syekh Ali Jaber, Irfan Hakim Pegang Benda Ini: Sampai Ketemu Lagi Ya Syekh

Kenangan Hasan dengan Syekh Ali Jaber

Hasan merupakan putra dari ulama kondang Syekh Ali Jaber dan istrinya, Ummi Nadia.

Sudah tentu kini Hasan begitu kehilangan sosok ayahnya tersebut.

Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada Kamis (14/1/2021) dan sudah dimakamkan di Pesantren Tahfidz Da'arul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.

Momen Syekh Ali Jaber bersama Hasan pernah dibagikan di akun Instagram sang ulama, @syekh.alijaber pada 16 Desember 2020.

Dalam siaran langsung atau live Instagram itu, Syekh Ali Jaber menyebut, dirinya sedang menjemput putranya tersebut dari Lombok.

Syekh Ali Jaber terlihat berada di dalam mobil, di kursi depan.

Sementara itu, Hasan putranya, berada di kursi belakang.

Syekh Ali Jaber mengaku dibuat pangling dengan perubahan putranya.

Pasalnya, dia memang sudah lama tak berjumpa dengan Hasan.

"Ya ampun kangen banget, ini kok Hasan jadi tinggi banget. Kayanya lebih tinggi dari abinya," ucap Syekh Ali Jaber dikutip TribunJabar.id dari Tribunstyle.com, Sabtu (16/1/2021).

Mendengar hal itu, Hasan tampak tersenyum tersipu malu.

Pada momen live itu, Syekh Ali Jaber pun bertanya kepada Hasan mengenai masa depan anaknya tersebut,

Awalnya, Syekh Ali Jaber bertanya, apakah anaknya yang berusia 20 tahun itu ingin segera menikah?

"Sekarang Hasan sudah 20 tahun. Mau nikah sekarang atau nanti aja?" tanya Syekh Ali Jaber.

Hasan ternyata tak menjawab.

Syekh Ali Jaber pun menyarankan agar Hasan kuliah dulu.

Selanjutnya, Syekh Ali Jaber pun bertanya kembali kepada putranya tersebut ingin kuliah di mana, luar negeri atau Indonesia?

"Mau kuliah di mana? di Arab atau di Indonesia aja? Atau ke Australi, Singapura atau ke mana?" tanya Syekh Ali Jaber.

Namun, Hasan memberikan jawaban tak terduga.

Dia ternyata lebih memilih untuk kuliah di Indonesia.

"Enggak, di Indonesia saja abi," jawab Hasan pelan sembari tersenyum.

Ketika itu, Hasan ternyata sedang merintis usaha bersama sang ibunda.

Syekh Ali Jaber mengatakan, anaknya itu sedang merintis usaha kecil-kecilan susu kurma.

"Mohon doanya untuk anak saya, dan semua keluarga, terima kasih."

"Kita sekarang menuju pulang ke rumah menyiapkan makan siang, masakan saya, dan Insya Allah bisa dinikmati oleh anak saya," ujarnya.

Penulis: Widia Lestari
Editor: Hilda Rubiah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved