Breaking News:

Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Cerita Syekh Ali Jaber Tinggal di Indonesia Ditawari WNI Bayar Rp 150 Juta, Akhirnya Gratis dari SBY

Inilah kenangan di balik cerita sosok Syekh Ali Jaber yang berkesan ketika resmi menjadi WNI. Bahkan ia mengaku menjadi WNI tak lain takdir baik Allah

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Seli Andina Miranti
Kolase Tribunjabar
Presiden SBY dan Syekh Ali Jabar. Semasa hidup, Syekh Ali Jaber pernah menerima hadiah istimewa dari SBY yang mengubah hidupnya, yakni menjadi WNI. 

Syekh Ali Jaber pun membandingkan bila ia memilih antara Madinah atau Indonesia.

Ia memaparkan Madinah sebagai Kota Suci tentunya memiliki banyak keutamaan.

Seperti sholat di Masjidil Haram pahala bisa 1000 kali lipat, bisa ziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW, Masjid Kuba.

Menurutnya bila dibandingkan soal keberkahan, maka Madinah lebih berkah.

Namun, Syekh mengaku ia pun tak mengetahui pasti apa yang membuat dirinya justru betah di Indonesia.

Ia pun mengatakan dirinya sadar bila hal itu tak lain takdir baik dari Allah SWT.

Suami Umi Nadia itu, datang ke Indonesia dari 2008 hingga 2009 saat itu belum bisa fasih berbahasa Indonesia.

Meski begitu, sedikit demi sedikit ia nikmati belajar perjalanan hidup berbahasa Indonesia.

Ia juga mengaku belajar bahasa Indonesia dari mengikuti kajian acara sang sahabatnya, Ustadz Yusuf Mansur.

Ia menceritakan Ustadz Yusuf Mansur mengajak dirinya mengisi kajian di salah satu stasiun televisi nasional.

Sejak itulah ia didorong Ustadz Yusuf Mansur untuk belajar berbahasa Indonesia.

Hingga akhirnya, di tahun 2011 ia diundang menghadiri acara bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Di sana ia mendapatkan kejadian tak terduga untuk mengisi qultum di bulan Ramadhan di hadapan perwakilan Dubes di beberapa negara itu.

Syekh Ali Jaber menceritakan SBY kala itu tak menyangka bila dirinya bisa berbahasa Indonesia.

Dari kejadian itu, lalu ia pun dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dan mulai berbincang.

Syekh mengaku dalam perbincangan itu  akhirnya mendapatkan perhatian dari SBY.

“Subhanallah, jujur saya kaget, karena sebelum takdir ini ada yang menawarkan untuk membantu menjadi WNI tapi bayar Rp 150 juta,

“Tapi Allah SWT kasih saya gratis, dan Presiden lagi yang menawarkan,” ujar Syekh Ali Jaber.

Dari takdir tak terduga itu, ia mengaku hingga teringat apa yang diucapkan SBY kepadanya.

SBY saat itu berharap dengan memudahkan menjadikan dirinya WNI agar bisa bermanfaat untuk Indonesia.

Saking selalu teringat pesan itu, ketika bertemu SBY di acara besar saling menyapa satu sama lain.

Namun di balik itu, Syekh mengaku menyadari ada tantangan yang berat yang dipikulnya.

Satu di antaranya, sebagai syarat menjadi WNI ia harus menyatakan mengundurkan diri dari Warga Arab.

Ia pun melakukan musyawarah di Madinah dan mendorongnya untuk yakin menjadi WNI.

Dengan mengucap Bismillah, ia berprinsip untuk menjadi bermanfaat di mana pun ia berada.

Dari sanalah, Syekh mengaku keputusan itu baginya menjadi takdir dan mengaku takdir tersebut baik.

Presiden SBY dan Syekh Ali Jabar. Semasa hidup, Syekh Ali Jaber pernah menerima hadiah istimewa dari SBY yang mengubah hidupnya, yakni menjadi WNI.
Presiden SBY dan Syekh Ali Jabar. Semasa hidup, Syekh Ali Jaber pernah menerima hadiah istimewa dari SBY yang mengubah hidupnya, yakni menjadi WNI. (Kolase Tribunjabar)

Setelah itu, ia pun merasa mendapatkan kemudahan dalam perjalanannya berdakwah di Indonesia.

Terlebih saat itu ia sudah bisa menguasai bahasa Indonesia.

“Alhamdulillah, karunia dari Allah SWT bisa berbahasa Indonesia,”

“Berdakwah langsung, dari hati ke hati,”

“Ternyata menjadi WNI menjadi karunia dari Allah SWT,” ujarnya.

Lanjut Syekh menceritakan karunia lainnya juga datang menghampirinya.

Ia bisa mengundang Imam Besar Masjidil Aqsa ke Indonesia.

Dari sana ia pun mendapatkan perhatian dari Imam Besar Masjidil Aqsa karena pandai berbahasa Indonesia.

Hingga akhirnya, giliran dirinya yang diundang ke Palestina.

Dari sana ia mulai merasakan menjadi WNI istimewa di hati warga Palestina.

Sementara saat itu menjadi warga Arab ia tak bisa datang ke Palestina, namun setelah menjadi WNI ia justru dengan mudah datang dan diundang ke Palestina.

Tak cukup di sana, di Palestina ia diminta Imam Besar Masjidil Aqsa tersebut menjadi Imam Sholat di Masjid Al Aqsa tersebut.

Dari sanalah, sepenggal cerita berkesan Syekh Ali Jaber menurutnya takdir menjadi WNI, Warga Negara Indonesia yang ia syukuri.

Bahkan, hingga akhirnya hayatnya, Syekh Ali Jaber meninggal dunia sempat menginginkan dimakamkan di Lombok Indonesia, tempat sang istri Umi Nadia dan anaknya lahir.

Simak video selengkapnya:

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved