Breaking News:

Resmi! WhatsApp Tunda Pemberlakuan Kebijakan Privasi Barunya, Data Pengguna Tak Jadi Dibagi ke FB?

Aplikasi perpesanan instan milik Facebook Inc, WhatsApp, resmi menunda pemberlakuan kebijakan privasi barunya.

Kolase Tribun Jabar
Aplikasi perpesanan instan milik Facebook Inc, WhatsApp, resmi menunda pemberlakuan kebijakan privasi barunya. 

Mengenai kebijakan privasi terbaru yang diumumkan, pihak WhatsApp mengatakan, tak ada perubahan mengenai pembagian data terbatas tersebut.

Adapun untuk pembaruan di awal 2021 ini lebih menekankan pada perpesanan WhatsApp Business yang kini dapat menggunakan infrastruktur hosting Facebook untuk percakapan WhatsAppnya.

Jadi, percakapan yang terjadi pada akun bisnis akan disimpan dalam server Facebook.

Kendati demikian, pengguna diberi pilihan, apakah mereka ingin berinteraksi dengan akun bisnis itu ataukah tidak.

Dalam klarifikasinya, WhatsApp juga menegaskan mengenai sistem enskripsi secara end-to-end yang masih digunakan.

Jadi, WhatsApp atau Facebook tidak dapat mengakses percakapan pribadi pengguna.

Ilustrasi WhatsApp
Ilustrasi WhatsApp (Pixabay)

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna?

Pemerhati Keamanan Siber sekaligus staf Engagement and Learning Specialist di Engage Media, Yerry Niko Borang mengatakan, pengguna harus waspada terhadap adanya perubahan kebijakan tersebut.

Ada kekhawatiran perubahan kebijakan itu akan mengarah pada pengambilan data warga negara oleh entitas negeri lain.

Jadi, kebijakan privasi baru di WhatsApp itu memiliki potensi ancaman luas.

"Misalnya jika data-data ini dihubungan dengan data-data lain misalnya siapa yang suka produk spesifik. Siapa yang memiliki tendensi politik tertentu," kata Yerry, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/1/2021).

Data-data tersebut, lanjutnya, bisa saja digunakan untuk memprediksi siapa yang akan memilih kandidat atau partai mana di masa depan.

"Kasus Cambridge Analytica yang dengan bantuan Facebook berhasil memengaruhi pemilu Amerika khususnya dalam kenaikan Trump adalah contoh nyata bahaya ini," katanya.

Baca juga: Mau Uninstall WhatsApp Gara-gara Kebijakan Privasi Barunya? Nih 4 Aplikasi Chat Terbaik Pengganti WA

Berkaca dari kasus itu, penting bagi pengguna untuk mempelajari dulu aplikasi chat yang akan digunakan.

Biasanya, di laman help atau website resmi mereka dicantumkan mengenai keterangan hak konsumen.

Ketika ditanya mengenai aplikasi lain, Yerry menjelaskan, ada beberapa aplikasi chat lain yang aman yang bisa dijadikan pilihan.

Aplikasi pertama adalah Signal.

Signal bersifat Open Source, jadi menurut Yerry, penyusunnya terbuka dan bisa diperiksa melakukan apa saja di dalam smartphone kita.

Selain itu, Signal juga telah memiliki jaminan dan audit keamanan oleh lembaga independen.

Kemudian, aplikasi lain yang bisa dicoba adalah Wire.

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved