Breaking News:

Superball

Mantan Pelatih Persib Bandung Ini Usul Hentikan Liga 1, Adakan Short Tournamen, Begini Alasannya

Dejan Antonic, mantan pelatih Persib Bandung yang kini menangani PSS Sleman, akhirnya turut angkat suara mengenai nasib kompetisi Liga 1 2020.

Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha
Dejan Antonic dalam sesi konferensi pers di Graha Persib, Jumat (20/4/2018). Meski saat ini masih berada di Hong Kong, Dejan mengaku tetap memantau perkembangan sepak bola Tanah Air. 

TRIBUNJABAR.ID - Dejan Antonic, mantan pelatih Persib Bandung yang kini menangani PSS Sleman, akhirnya turut angkat suara mengenai nasib kompetisi Liga 1 2020.

Saat ini Dejan masih berada di Hong Kong, tapi ia mengaku tetap memantau perkembangan sepak bola Tanah Air.

Menurut Dejan, ia mengetahui, Liga 1 yang dijadwalkan bergulir Februari mendatang seharusnya sudah mengantongi izin dari kepolisian.

Baca juga: Gelandang Persib Abdul Aziz Berusaha agar Sentuhan Bolanya Tetap Terjaga, tak Berharap Banyak

Baca juga: Persib Bandung soal Pertemuan PT LIB 15 Januari: Pilihan Liga 1 Cuma Dua, Lanjut atau Batal

Akan tetapi, kejelasan tentang masa depan kasta tertinggi sepak bola Tanah Air itu masih abu-abu dan terancam dihentikan.

"Saya tahu soal itu (Liga 1 2020/2021) belum ada keputusan, masih gelap, dan kita juga belum tahu bagaimana nantinya," ujar pelatih asal Serbia ini, seperti dikutip dari Tribun Jogja.

"Meski saya jauh sekali sekarang (di Hong Kong), saya melihat situasi di Indonesia belum stabil soal Covid-19," kata pelatih berusia 51 tahun ini.

Pelatih yang juga sempat melatih Pelita Bandung Raya itu mengaku cukup miris dengan kondisi pesepakbolaan saat ini.

Ia pun sudah lama memendam kerinduan bisa melatih timnya lagi bersaing di setiap pertandingan.

Pelatih Persib Bandung, Dejan Antonic, memberi arahan kepada pemain saat latihan di Lapangan Progresif, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (31/5/2016).
Dejan Antonic ketika masih melatih Persib Bandung, saat latihan di Lapangan Progresif, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (31/5/2016). (TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA)

"Tentu saja, kita semua rindu sepak bola. Tapi penting juga melihat situasi ke depannya, sebab ini sangat penting untuk sepak bola Indonesia."

"Kamu tahu, Indonesia adalah satu negara bukan sekadar menyukai sepak bola, tapi sangat mencintai sepak bola," katanya.

Halaman
12
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved