Breaking News:

Kopilot Korban Sriwijaya Air SJ 182 Akan Dimakamkan di Kampung Halaman, Akan Terbangkan NAM Air

Jenazah Fadly Satrianto akan dimakamkan di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/1/2020).

Kompas.com
Petugas gabungan membawa bagian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). Sudah beberapa penumpang teridentifikasi, satu di antaranya Fadly Satrianto yang merupakan extra crew. 

Indah tinggal di Dusun 4 RT 7, Kelurahan Sungai Pinang 2, Kecamatan Sungai Pinang, Provinsi Sumatera Selatan.

Pekerjaan Indah pelajar/mahasiswa dan berstatus belum kawin.

“Agus Minarmi, nomor manifes 52. Tempat lahir Mempawah, tanggal lahir 01-08-1973. Jenis kelamin perempuan, agama Islam,” ujar dia.

Agus beralamat di Dusun Sukadamai RT 05/RW 02, Kecamatan Mempawah Hilir, Provinsi Kalimantan Barat.

Agus bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan berstatus kawin.

Kedua jenazah korban berhasil diidentifikasi lewat sidik jari tangan.

Sidik jari dinilai sesuai setelah dicocokkan dengan data pendudukan catatan sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Pesawat mengangkut 62 orang yang terdiri dari 12 kru, 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

Pesawat Sriwijaya Air sempat keluar jalur, yakni menuju arah barat laut pada pukul 14.40.

Halaman
1234
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved