Breaking News:

Dokter Abdul Muthalib Akui Gemetaran saat Menyuntik Jokowi, Ini Cerita Dia Memberi Vaksin Covid-19

"Menyuntik orang pertama di Indonesia tentunya ada rasa (gugup, red) juga," ujarnya usai menyintikan vaksin Covid-19 kepada Presiden Jokowi.

Tribunnews.com
Tangan dr Abdul Muthalib gemetaran saat menyuntik vaksin Covid-19 ke lengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Alhamdulillah Jokowi tak rasakan sakit. 

TRIBUNJABAR.ID,  JAKARTA - DUA tangan Wakil Ketua Dokter Kepresidenan, Prof dr Abdul Muthalib Sp.pPD-KHOM, gemetar saat hendak menyuntikkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac ke lengan kiri Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1).

Dokter kelahiran 7 Januari 1945 itu mengaku gugup.

"Menyuntik orang pertama di Indonesia tentunya ada rasa (gugup, red) juga," ujarnya usai menyintikan vaksin Covid-19 kepada Presiden Jokowi.

Kendati sempat gemetar, vaksinasi berlangsung lancar.

"Itu tidak jadi halangan buat saya untuk menyuntikkannya. Pertamanya saja agak gemetaran," ujarnya.

"Bapak (Presiden Jokowi) tidak terasa sakit sedikit pun. Alhamdulillah saya berhasil menyuntik presiden tanpa rasa sakit," ujarnya.

Proses vaksinasi kepada Jokowi berlangsung sekitar dua menit.

Sebelum vaksinasi kepada Jokowi dilakukan, Istana Merdeka telah disulap menyerupai tempat simulasi vaksinasi di puskesmas.

Tepat pukul 09.36 Jokowi berjalan menuju teras Istana Merdeka. ia menerima suntikan vaksin pada pukul 09.42.

Vaksinasi dilakukan setelah Presiden melakukan pendaftaran dan verifikasi data serta penapisan kesehatan.

Penapisan kesehatan yang dilakukan kepada Jokowi antara lain pengukuran suhu tubuh dan tekanan darah.

Hasil penapisan kesehatan menunjukkan suhu tubuh Presiden saat diperiksa adalah 36,3 derajat celcius dan tekanan darah 130/67 mmHg.

Sebelum Presiden menerima vaksin, petugas turut memastikan bahwa Presiden tidak pernah terkonfirmasi positif Covid-19, tidak sedang batuk dan pilek, serta tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau ginjal.

Usai penyuntikan, Jokowi mengikuti proses observasi kemungkinan kejadian ikutan pascaimunasisi (KIPI) di Ruang Oval Istana Merdeka selama sekitar 30 menit.

Mantan Walikota Solo itu kemudian berkegiatan seperti biasa. Salah satunya berbincang dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.(*)

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved