Breaking News:

Vaksinasi Covid di Jabar

Tenaga Kesehatan Bandung Penerima Vaksin: Presiden Saja Divaksin, Kenapa Nakes Tidak?

Nyayu Febriani (37), perawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung, jadi calon penerima vaksin Covid-19.

Tribun Jabar
Sejumlah tenaga kesehatan mengambil vaksin dari tempat penyimpanan. Vaksinasi di Jawa Barat dan vaksinasi di Kota Bandung akan dimulai Kamis (14/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Jabar tahap pertama pada Kamis, 14 Januari 2021, akan ditujukan untuk para tenaga kesehatan.

Di Jabar, total ada 152.827 tenaga kesehatan, sementara vaksinasi di Kota Bandung meliputi 20.533 tenaga kesehatan.

‎Nyayu Febriani (37), perawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung, jadi calon penerima vaksin Covid-19.

Baca juga: Divaksin Bareng Ariel Noah, Risa Saraswati Justru Gembira Akan Disuntik Vaksin Sinovac Besok

Baca juga: Emil: Vaksin Sudah Ada di 27 Kota/Kabupaten di Jabar; Vaksinasi Dimulai Besok, Wagub yang Pertama

Baca juga: Anak Buah Megawati Tolak Vaksin Covid-19, Bu Ribka Bongkar Bisnis Vaksin di Depan Menteri Jokowi

Saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) divaksin pada Rabu (13/1/2021), Nyayu menepis kekhawatirannya soal efek samping vaksin Covid-19.

‎"Insyaallah siap. Presiden Joko Widodo juga sudah pakai (vaksin), kenapa kita tenaga kesehatan tidak pakai, apalagi kan kami langsung menangani pasien," ucap Nyayu via ponselnya, Rabu (13/1/2021). 

Tidak dia mungkiri bahwa ia sempat khawatir mengenai efek samping vaksin.

Tapi Identitasnya terdaftar di sistem dan dia menerima SMS ihwal vaksinasi. 

Tangan dr Abdul Muthalib gemetaran saat menyuntik vaksin Covid-19 ke lengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Alhamdulillah Jokowi tak rasakan sakit.
Tangan dr Abdul Muthalib gemetaran saat menyuntik vaksin Covid-19 ke lengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Alhamdulillah Jokowi tak merasakan sakit. (Tribunnews.com)

"Sempat khawatir terutama soal efek sampingnya. Tapi kan sudah ada yang divaksin, dari Gubernur sampai relawan. Sejauh ini aman, mereka juga sudah divaksin, kenapa kita tidak," ujar dia.

Harapanya dia, pandemi Covid-19 ini segera berakhir dengan vaksinasi.

Pandemi sepanjang 2020 itu meluluhlantakkan perekonomian dan membatasi aktivitas warga. 

"Sekarang kasusnya tambah banyak. Harapannya, dengan vaksinasi ini pandemi berakhir, anak-anak sekolah lagi, ekonomi kembali bangkit. Itu saja sih," ujar Nyayu.  (*)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved