Breaking News:

Garut Siap Gelar Vaksinasi Minggu Depan, Ada Nakes Masih Khawatir Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya

Kabupaten Garut telah menyiapkan 67 Puskesmas untuk vaksinasi yang akan dilakukan mulai minggu depan

Tangkapan layar Kompas TV
Presiden Jokowi telah menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin Covid-19, Sinovac di Istana Kepresidenan, Rabu (13/1/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Kabupaten Garut telah menyiapkan 67 Puskesmas untuk vaksinasi yang akan dilakukan mulai minggu depan.

"Minggu depan vaksin tiba di Garut," kata Bupati Garut Rudy Gunamawan saat di wawancarai di lokasi bencana longsor Cisewu. Rabu (13/1/2021)

Menurutnya vaksin untuk Kabupaten Garut akan datang secara bertahap setiap bulan.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Garut Pekan Depan, Ada Tenaga Kesehatan Khawatir Disuntik

"Vaksin datang bertahap setiap bulan, kita  mendapatkan 1.500 dosis (perbulan)," ucapnya.

Dari empat jenis vaksin yang ada, Kabupaten Garut hanya menyediakan satu jenis vaksin yaitu Sinovac.

"Kita hanya mendatangkan  Sinovac dari China," katanya.

Baca juga: Bupati Bandung Siap Disuntik Vaksin Covid-19 Besok, Buat Motivasi bagi Warganya

Pelayanan vaksinasi sementara hanya dilakukan di Puskesmas terdekat, kedepannya pemkab Garut akan mencoba membuka pelayanan diberbagai tempat seperti Kantor Desa.

"Jika nanti memungkinkan setiap desa juga akan membuka pelayanan vaksin, kita lihat kesiap sediaan nakesnya dulu," ucapnya.

Vaksinasi tahap awal di Garut terlebih dahulu akan dilakukan pada pimpinan daerah, DPRD dan Nakes.

Baca juga: Kendala Membawa Vaksin Covid-19 di Kota Bandung, Harus dalam Boks Pendingin 2-8 Derajat Celcius

Saat ditanya mengenai kemungkinan pejabat untuk menolak divaksin Rudy menjawab tidak.

"Engga, semuanya wajib vaksin, pimpinan daerah DPRD dan Nakes," tegasnya.

Sementara itu Kepala Keperawatan Puskesmas Cisewu Yayan Riyanto (45)  yang menerima sms sebagai peserta vaksin merasa khawatir saat dirinya terdata sebagai orang yang akan disuntik vaksin.

Baca juga: Aa Gym Pernah Minta Jokowi Vaksin Pertama, 3 Kali Swab Aa Masih Positif Covid-19, Bakal Divaksin?

"Kalo profesional karena intruksi sih its ok, tapi kan tetep hati kecil bilang, apakah aman gak ini vaksin, masih ada ragu," kata Yayan.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa kurangnya sosialisasi terkait kandungan yang ada dalam Vaksin Covid-19 membuat dirinya masih ragu akan keamanan vaksin tersebut.

"Kita butuh penjelasan yang betul-betul detail,  kandungannya, dari mana asalnya, jangan cuma informasi yang bersifat umum aja, supaya lebih yakin aja ke kita nya" Ucapnya.

Penulis: Sidqi Al Ghifari
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved