Breaking News:

Bantu Evakuasi Sriwijaya Air, Begini Kisah Tim selam Ditpolairud Polda Jabar Evakuasi Pesawat Jatuh

Tim selam Ditpolairud Polda Jabar dikirim untuk membantu evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Siti Fatimah
istimewa
Tim selam Ditpolairud Polda Jabar dikirim untuk membantu evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu. 

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Tim selam Ditpolairud Polda Jabar dikirim untuk membantu evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu. Mereka beranggotakan enam personel dan telah diberangkatkan pada Minggu (10/1/2021) sore.

Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko, mengatakan, tim selam tersebut beranggotakan enam personel.

Menurut dia, mereka merupakan tim selam terbaik dan telah mempunyai sertifikasi SAR serta berpengalaman dalam operasi pencarian bawah air.

Baca juga: Captain Afwan Pilot Sriwijaya Air, Lari ke Mushala Sebelum Terbang, Muslim Wajib Tahu Status WA-nya

"Enam personel itu merupakan tim selam inti Ditpolairud Polda Jabar," kata Widihandoko saat ditemui di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jalan Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Selasa (12/1/2021).

Adapun pengalaman yang dimiliki enam personel itu di antaranya pencarian bahan peledak yang dibuang terduga teroris di Sungai Cimanuk, Indramayu, pada 2017.

Kala itu, petugas gabungan telah dikerahkan mencari bahan peledak tersebut, tetapi belum berhasil menemukannya.

Baca juga: Black Box Sriwijaya Air Ditemukan, Apa yang Terjadi di Pesawat Akan Terungkap

Namun, tim selam Ditpolairud Polda Jabar yang dikerahkan di hari kedua pencarian berhasil menemukan dan mengevakuasinya dari dasar sungai.

"Termasuk operasi SAR Lion Air di Karawang pada 2018, tim selam ini berhasil mengevakuasi korban dan puing pesawat," ujar Widihandoko.

Selain itu, tim selam tersebut juga berhasil mengangkat pesawat latih sekolah penerbangan yang jatuh ke sungai di Kabupaten Indramayu pada 2019.

Baca juga: Curahan Hati Kakak Kapten Afwan Sosok Penolong Ungkap Kebiasaan Sebelum Terbang Tak Lepas dari Wudhu

Padahal, air sungai tersebut tercampur avtur yang merupakan bahan bakar pesawat sehingga membahayakan karena berisiko meledak.

Karenanya, Widihandoko menyampaikan, enam personel yang dikerahkan benar-benar berpengalaman dalam operasi pencarian.

"Kami tidak main-main dan mengirim tim selam inti yang sangat berpengalaman untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," kata Widihandoko.

Ia mengakui operasi SAR semacam itu cukup berisiko, karena satu kesalahan berakibat fatal.

Mengingat saat evakuasi pesawat Lion Air di Karawang ada seorang penyelam profesional asal Surabaya yang meninggal dunia.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved